SURABAYA - Lapangan tembak yang bertaraf internasional selama berdirinya di Kawasan Kedung Cowek belum digunakan sama sekali untuk latihan menembak. Karena saat ini situasi pandemi Covid-19, lantas dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19.
Pasca dicabutnya pandemi Covid-19, RS darurat yang bernama Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) ditutup oleh Pemkot Surabaya. Namun pemkot berencana kembali memanfaatkan tempat itu sebagai RS Kedung Cowek untuk pusat layanan kesehatan masyarakat.
Bahkan maket RS Kedung Cowek tersebut sudah disiapkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya.
"Kami tengah merencakan untuk refungsi Lapangan Tembak sebagai RS. Sedang kami siapkan pemanfaatan yang terbaik untuk peningkatan fungsi Lapangan Tembak yang selama ini sudah menjadi RS," kata Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Surabaya Iman Krestian Maharhandono, Jumat (30/6).
Iman menjelaskan, tahun ini tengah disiapkan peningkatan gedung dan peningkatan sarana pendukung. Mulai dari poli kesehatan, poli anak, hingga ruang rawat inap. Selain itu juga sarana medis pendukung, laboratorium, hingga obat. "Semua tengah disiapkan," terangnya.
Lapangan tembak itu berada di tengah areal tambak. Saat ini masa depan gedung Lapangan Tembak itu akan dialihkan fungsinya. Dari semula didirikan sebagai pusat olahraga ketangkasan menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat. "Refungsi Lapangan Tembak yang sudah menjadi RS Darurat menjadi RS Kedung Cowek. Diawal nanti jadi RS tipe C dulu," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina menuturkan, RSLT di Kedung Cowek yang digunakan untuk tempat isolasi selama Covid-19 kini sudah ditutup. Barang-barang berupa peralatan medis yang ada di RSLT sudah dikembalikan secara bertahap sejak awal tahun 2022 kemarin. "Saat ini RSLT sudah ditutup dan dikembalikan sepenuhnya ke Pemkot Surabaya," ungkap Nanik.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendukung penuh pemanfaatan Lapangan Tembak menjadi RS permanen. Setelah pandemi mereda, RS Lapangan Tembak belum berfungsi. "Prinsipnya, setiap aset pemkot harus memberi manfaat kepada masyarakat. Keberadaan gedung Lapangan Tembak juga harus memberi manfaat kepada masyarakat," tutur Laila.
Sebelumnya sudah ada investor untuk objek cable car atau kereta gantung yang rencananya akan digunakan di lantai tiga lapangan tembak, namun pemkot juga masih menunggu kejelasan investor. Selain itu juga pemkot sudah mempunyai bussines plan. (rmt/nur)
Editor : Lambertus Hurek