Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kejati Jatim Tetapkan Dua Tersangka Proyek Perumahan Fiktif Prajurit di PT SIER Puspa Utama

Jay Wijayanto • Jumat, 23 Juni 2023 | 13:48 WIB
Tersangka berinisial IN digiring menuju ruang tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek perumahan prajurit fiktif di Kejati Jatim, Surabaya, Kamis (22/6).
Tersangka berinisial IN digiring menuju ruang tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek perumahan prajurit fiktif di Kejati Jatim, Surabaya, Kamis (22/6).

SURABAYA - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (

"Tersangka IN adalah kontraktor PT Neocelindo Inti Beton Cabang Bandung yang pada tahun 2018 mengaku mendapatkan paket pekerjaan pembangunan rumah prajurit setara tower lantai enam di Jakarta," kata Kepala Kejati Jatim Mia Amiati kepada wartawan di Surabaya, Kamis malam (22/6).

Mia mengatakan tersangka IN yang mendapat paket pekerjaan pembangunan rumah prajurit kemudian menyerahkan pekerjaan tersebut kepada PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Puspa Utama.

"Sebagai biaya pekerjaan awal atau relokasi, tersangka IN meminta uang kepada PT SIER Puspa Utama dan telah diberikan sebesar Rp1,2 miliar. Namun, pembangunannya sampai sekarang tidak pernah terealisasi alias fiktif," katanya.

Dalam perkara ini, Kejati Jatim juga menetapkan satu tersangka lagi berinisial DK dari pihak TNI yang pada tahun 2018 berpangkat letnan kolonel atau perwira menengah karena menerima gratifikasi atas proyek fiktif tersebut.

Kajati menjelaskan uang yang diperoleh tersangka IN dari PT SIER Puspa Utama sebesar Rp1,2 miliar sebagai biaya pekerjaan awal atau relokasi kemudian diterima oleh Letkol DK. "Jadi, dugaannya Letkol DK ini menerima uang gratifikasi," katanya.

Dalam perkara tindak pidana korupsi proyek perumahan prajurit ini, sebelumnya ada dua orang terdakwa yang telah memperoleh putusan hukum dari majelis hakim pada pengadilan tingkat pertama.

Mereka adalah Dwi Fendi Pamungkas yang saat kejadian tahun 2018 menjabat Direktur Utama PT SIER Puspa Utama dan Agung Budhi Satriyo selaku Kepala Biro Teknik pada anak perusahaan PT SIER tersebut.

"Keduanya sama-sama divonis pidana satu tahun enam bulan penjara pada pengadilan tingkat pertama. Namun, kami sedang mengupayakan banding karena hukumannya terlalu ringan," tambah Kajati Mia. (jpc/ant/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kejati jatim #perumahan fiktif wagir malang #PT SIER Puspa Utama #Mia Amiati