Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Idul Adha, RPH Surabaya Siapkan Petugas Khusus Pemotongan Hewan Kurban

Rahmat Sudrajat • Kamis, 22 Juni 2023 | 16:51 WIB

 

Fajar Arifianto Isnugroho (ISTIMEWA)
Fajar Arifianto Isnugroho (ISTIMEWA)

SURABAYA - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya menyiagakan tim pengulit dan lepas tulang serta tenaga pencacah daging. Jumlah sapi yang masuk tahun ini diperkirakan naik di atas 10 persen ketimbang tahun lalu.

"Tenaga pengulit dan lepas tulang 10 tim, masing-masing tim tujuh orang. Pencacah daging 10 tim, masing-masing tim delapan orang," kata Direktur Utama RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho, kemarin.

Fajar menyebut saat ini 80 sapi yang sudah masuk ke RPH untuk diperdagangkan. Puluhan sapi tersebut berasal dari peternak di sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Madura, Blitar, Banyuwangi, Malang, dan Bondowoso. "Sapi Madura berat hidup 300-460 kilogram mulai harga Rp 17,5 juta sampai Rp 24 juta," ucapnya.

Sementara itu, 22 lapak pedagang hewan kurban di Kecamatan Rungkut menjalani pemeriksaan antemortem, Selasa (20/6). Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi virus PMK dan LSD bagi hewan kurban. Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya memeriksa seluruh tubuh sapi dan kambing mulai dari hidung, mata sampai kaki.

"Kalau ada yang bentol-bentol akan dikarantina. Begitu juga yang kedapatan PMK," kata Kabid Peternakan DKPP Surabaya drh Sunarno Aristono.

Ia menjelaskan, sampai kemarin sapi yang diperiksa sebanyak 1.154 ekor, kambing 1.465 ekor, dan domba 10 ekor. "Secara umum tidak ada yang terindikasi PMK atau LSD," katanya.
Menjelang Idul Adha, sudah ada 140 titik pedagang di seluruh Surabaya. Sapi yang masuk sebanyak 4.765 ekor dan kambing 2.911 ekor. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan permintaan konsumen jelang Idul Adha.

Dalam pemeriksaan kemarin didapati pedagang yang tidak mempunyai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari DKPP Surabaya. Salah satu pedagang, Harmaji, mengaku tidak mengetahui jika harus mendapat SKKH di Surabaya. “Tahun sebelumnya tidak masalah, tapi sekarang dicek," kata Harmaji.

Pria asal Nganjuk itu mendapat teguran agar segera mengurus SKKH. "Secepatnya akan diurus," ungkapnya.

Pedagang hewan lainnya, Nurcholis, mengklaim hewan ternaknya untuk kurban sehat walafiat. Ia mendapatkan sapi dari Pamekasan. Ketika diperiksa, 139 sapi dalam kondisi sehat. "Saya yakin penjualan tahun ini naik," katanya. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#RPH Surabaya #hewan kurban #RPH Pegirian #idhul adha