SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Prof Dr. dr. R Moeljono Notosoedirdjo, MPH., Sp.KJ di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Senin (19/6). Gedung ini tidak hanya dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan jiwa dan mental, melainkan juga non jiwa yang telah terintegrasi.
Direktur Utama RSJ Menur Drg. Vitria Dewi, M.Si mengatakan, Desember 2022 gedung ini sudah selesai, gedung ini direncanakan dan dibangun sudah sejak empat tahun yang lalu, yakni mulai 2018 hingga 2022.
“Rumah sakit ini berdiri sejak 1977. Kemampuan para dokter dan tenaga kesehatan di RSJ Menur ini tidak hanya pada mental health saja, terbukti saat Covid-19, rumah sakit ini ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid. Dukungan ibu Gubernur saat ini menguatkan rekan-rekan tenaga kesehatan di sini untuk berkarya,” terangnya.
Vitria berharap dengan adanya gedung baru ini menjadi sumbangsih RSJ Menur untuk lebih baik. Ia menambahkan, RSJ Menur tidak hanya melayani kesehatan jiwa tapi juga untuk non jiwa.
“Meski demikian kami tetap mematuhi regulasi sesuai Undang-Undang yaitu harus menjadi rumah sakit jiwa. Dengan adanya rumah sakit jiwa, kehadiran pemerintah bisa dirasakan, Karena kebanyakan pasien di sini ditinggalkan oleh keluarga,” katanya.
Gedung ini terdiri dari enam lantai, yakni pada lantai pertama, untuk layanan rawat jalan jiwa yang terintegrasi dengan layanan farmasi dan layanan radiologi. Kemudian lantai dua adalah klinik eksekutif.
Untuk lantai tiga adalah layanan rawat jalan non jiwa yakni geriatri, gigi, rehabilitasi medik, layanan kesehatan jiwa anak dan remaja. Lantai empat untuk rawat inap ibu anak dan ruang bersalin. Lantai lima adalah rawat inap dewasa non jiwa, sedangkan lantai enam adalah kamar operasi dan intensive care.
Menurutnya, RSJ Menur juga memiliki inovasi dan kolaborasi, yakni layanan gangguan belajar. Vitria mengatakan, banyak sekali remaja yang enggan sekolah karena kecanduan gadget.
“Inilah yang membuat kami membuat inovasi klinik gangguan belajar. Ini tugas yang kami jalankan untuk rebranding dan menghilangkan stigma. Stop stigma orang dengan gangguan jiwa, manfaatkan layanan RSJ Menur untuk kesehatan jiwa dan raga. RSJ Menur sehat jiwa dan raga,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, semisal bagi pasien yang mengalami depresi, atau teridentifikasi bipolar, serta skizofernia, kalau sebelumnya dirawat di sejumlah gedung lama yang terpisah, nantinya terintegrasi di gedung ini.
Mantan Menteri Sosial itu mengakui banyak layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tapi belum terfasilitasi secara komprehensif oleh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
“Saya rasa gedung yang keren ini bisa memberikan referensi kepada seluruh masyarakat bagi pelayanan center of excellence kesehatan jiwa maupun mental. Maka masyarakat yang membutuhkan bisa datang ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya,” ujarnya. (mus/nur)
Editor : Jay Wijayanto