Bahkan dalam program Dandan Omah tahun ini, DPRKPP juga melibatkan warga untuk dilatih menjadi tukang bangunan dalam pengerjaan Dandan Omah (rutilahu). Lewat program tersebut sekaligus juga memberdayakan warga miskin (gakin).
Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPP Kota Surabaya Deisy Puspitarini mengatakan, masing-masing gakin yang terlibat pelatihan harus mengikuti rangkaian selama enam hari berturut-turut. "Kami tetap kerja sama dengan Vokasi ITS, seperti tahun lalu, rencana ada enam tahap," katanya, Selasa (6/5).
Untuk spesifikasi pelatihan, pihaknya melatih tentang seluk-beluk bangunan. Mulai dari teoritis, lalu praktik pemasangan dan penyusunan batu bata ringan dan keramik. Proses plesteran bangunan, lalu menghaluskan hasil plesteran dengan proses acian. Kata dia, seluruh proses turut melibatkan para tenaga ahli secara langsung. "Semua warga gakin itu juga sudah kami pekerjakan sebagai satgas rutilahu, jadi memperkuat kembali," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, pelatihan tahap kedua rencana akan berlangsung pada 14-20 juni mendatang. Peserta tetap dari keluarga miskin, satgas rutilahu termasuk yang baru bergabung dalam satgas tersebut atau yang belum memiliki kemampuan dalam pertukangan bangunan.
Tahun 2023, pihaknya tetap menganggarkan pelatihan untuk 100 orang gakin. Hingga kini, proses pengerjaan rutilahu yang melibatkan tukang dari gakin terus berlanjut. Sedangkan untuk total pengerjaan sampai saat ini pihaknya menyebut sudah ada 450 lebih unit rumah yang sudah dikerjakan. "Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring pengajuan dari warga karena target kami sepanjang tahun ini 3.500 unit," jelasnya.
Setiap satu unit rumah yang dibedah dikerjakan oleh empat orang pekerja dengan estimasi pekerjaan selama 20 hari. Sedangkan, untuk anggaran pada tiap unit rumah itu sebesar Rp 35 juta. Sebelumnya tahun lalu sejak program padat karya tersebut diluncurkan pada 31 Maret 2022. Hingga akhir tahun 2022, program ini sudah membedah 1.474 rumah. (rmt/nur) Editor : Administrator