Menjelang Idul Adha 1444 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya akan melakukan vaksinasi LSD massal pada hewan ternak. Kabid Peternakan DKPP Surabaya drh Sunarno Aristono mengatakan, Kota Surabaya mendapatkan 200 dosis vaksin LSD dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Rencananya minggu depan mulai vaksinasi. Kalau tidak, ya, dua pekan lagi (vaksinasi)," kata Aristono, Senin (5/6).
Dia menjelaskan, 60 dosis dari 200 dosis vaksin LSD untuk hewan ternak itu akan diberikan kepada satwa yang ada di Kebun Binatang Surabaya (KBS). "Kami akan minta tambahan lagi 350 dosis. Ini vaksin LSD tahap pertama," terangnya.
Ia memastikan hewan ternak di Kota Surabaya sampai saat ini belum terpapar LSD. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan penyakit LSD. Khususnya mengetahui tanda-tanda hewan yang terpapar LSD.
“Seperti ada bintik atau benjolan di dada punggung perut dan leher. Penularan virus itu lewat lalat dan nyamuk," jelasnya.
Jika hewan ternak itu sudah mendapatkan vaksin LSD, menurut Aristono, tidak boleh disembelih atau dijual. "Vaksin LSD hanya untuk hewan ternak saja. Sedangkan hewan kurban cukup vaksin PMK," ujarnya.
Selain itu, ia memastikan hewan ternak di Surabaya juga sudah tervaksin PMK. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir dengan hewan yang dijual jelang Idul Kurban. "Kalau untuk Surabaya semua sudah tervaksin. Kami akan lakukan lagi enam bulan ke depan untuk dosis kedua," katanya. (rmt/rek) Editor : Administrator