"Kami sedang bahas mana yang lebih baik apakah kembali ke asal sebagai lapangan tembak. Sebab, peruntukan awal saat pembangunan memang untuk lapangan tembak sebelum adanya Covid-19," kata Cak Eri, Senin (5/6).
Dia menjelaskan, besaran biaya operasional harus diimbangi dengan target siapa saja pengguna lapangan tembak itu. Paling tidak, pemasukannya harus bisa menutup biaya operasional. Jangan sampai merugi. “Kalau ada event internasional memang bisa juga dipakai," terangnya.
Karena itu, pemkot akan membahas pemanfaatan lapangan tembak bersama DPRD Surabaya. Pemkot bakal mengusulkan agar lapangan tembak tersebut difungsikan sebagai rumah sakit permanen. "Saya sepakat dengan usulan ini. Nanti kami paparkan rencana itu bersama DPRD Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Kristian Maharhandono mengatakan, pemanfaatan lapangan tembak di Kedung Cowek masih dikaji oleh Bapekko. "Terkait operasional masih dalam pengkajian lagi," kata Iman.
Menurut dia, saat ini lapangan tembak masih menjadi rumah sakit darurat. "Kalau ada kondisi darurat, jujukannya ke situ. Lokasinya paling memadai," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator