Kabid Sarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Agung Kariyadi mengatakan, butuh waktu 45 hari untuk proses lelang. "Masih tahap lelang dan belum ada pemenang lelangnya," kata Agung, Kamis (1/6).
Dia menjelaskan, underpass itu memiliki panjang 150 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 3,5 meter. Direncanakan underpass untuk pejalan kaki yang hendak ke KBS setelah memarkir kendaraan di TIJ. "Khusus untuk pejalan kaki agar aman dan nyaman saat mau berkunjung di KBS. Jadi, kami buat lebar lima meter untuk bisa menampung orang berlalu lalang yang akan ke KBS," jelasnya.
Anggaran yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut mencapai Rp 25 miliar. Target perampungan pekerjaan selama lima bulan atau akhir tahun 2023. "Diharapkan dalam waktu lima bulan pekerjaan sudah selesai. Minimal sudah terhubung. Kalau finishing bisa bertahap," ujarnya.
Pengerjaan underpass nantinya menggunakan cor langsung di tempat. Sebelummya dilakukan pengerukan terlebih dahulu. Saat itu pengerukan sudah dilakukan di dekat lif TIJ. Pengerukan tidak diteruskan lantaran anggaran yang digunakan ketika masih terbatas di era Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Pembangunan underpass digunakan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang akan menikmati wisata KBS dengan parkir di TIJ kemudian langsung tembus ke pintu selatan KBS.
Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo mengatakan, pembangunan TIJ bertujuan untuk lahan parkir pengunjung KBS sehingga tidak timbul kemacetan di Joyoboyo. Terlebih saat musim libur sekolah dan akhir pekan. Namun, sampai saat ini sering terjadi kemacetan karena penuhnya pengunjung KBS.
“Jika proyek underpass dilaksanakan sesuai perencanaan semula, ini bisa mengurangi kemacetan disekitar KBS," kata Agoeng.
Sesuai konsep awal, parkir di TIJ pengunjung turun ke bawah lanjut underpass langsung ke KBS. Jadi, tidak menimbulkan kemacetan. “Semoga bisa terealisasi jika tahun ini dikerjakan," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator