Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menyampaikan duka mendalam perihal kolega seperjuangannya tersebut. "Kita tahu dan saksikan bersama sepak terjang almarhum selama menjabat Wakil Ketua DPRD Surabaya, Wakil Wali Kota, dan Wali Kota Surabaya hingga sebagai pengurus DPD PDI Perjuangan, melekat dalam dirinya karakter serta empatinya bagi wong cilik. Jejak perjuangannya, hingga kini, kita semua merasakan," kata Said kemarin.
Whisnu tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Pria kelahiran 22 Oktober 1974 tersebut juga pernah menjabat Wakil Walikota Surabaya, kemudian Wali Kota Surabaya pada 2021.
Plh Ketua DPD PDIP Jawa Timur Budi Sulistyono alias Kanang mengaku sempat menjalani aktivitas seharian penuh dengan Whisnu pada Sabtu (27/5), sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia. "Sabtu kita rapat dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore," ungkapnya.
Kanang tidak menyangka kalau WS, sapaan Whisnu, berpulang secepat ini. Sebab, selama rapat, ia tidak melihat tanda-tanda dari Whisnu sedang sakit. "Saya melihat sehat, tidak ada saya melihat beliau sakit. Beliau ada gejala bahwa menderita jantung juga tidak, melihat kesakitan juga tidak. Saya melihat beliau makan seperti biasanya," ungkapnya.
Selama rapat, kata Kanang, Whisnu memberikan masukan pada DPD PDIP Jatim. Menurut dia, Whisnu selalu memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan yang ada di PDIP. "Bahkan, ikut membantu juga penataan dalam pencalegan ini. Ini terakhir beliau menyampaikan ke kita," katanya.
Hal yang paling diingat Kanang selama rapat ialah pernyataan WS bahwa dirinya akan tegak lurus kepada keputusan partai. "Beliau selalu katakan tegak lurus walaupun ada beberapa yang mungkin tidak sesuai dengan nuraninya. Tapi, beliau bisa menekan tegak lurus kebijakan DPP," katanya.
Menurut Kanang, WS merupakan figur yang luar biasa dalam mengurus partai maupun masyarakat. Khususnya menjadi wali kota Surabaya. "Kita semua kehilangan. Kita semua bangga pernah berkolaborasi pernah mengurus partai bersama-sama di Jawa Timur ini yang selalu memberikan contoh tentang totalitas. Itu yang saya bangga dan saya kehilangan," pungkasnya. (mus/rek) Editor : Administrator