Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sentra Kuliner Sepi Pembeli, Pemkot Surabaya Diminta Beri Pendampingan

Administrator • Selasa, 30 Mei 2023 | 01:46 WIB
PERLU INOVASI: Banyak SWK di Surabaya yang sepi pembeli, salah satunya yakni SWK Semolowaru. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
PERLU INOVASI: Banyak SWK di Surabaya yang sepi pembeli, salah satunya yakni SWK Semolowaru. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Sejumlah pedagang sentra wisata kuliner (SWK) mengadu ke wakil rakyat di DPRD Kota Surabaya lantaran sepinya pembeli. Mereka berasal dari SWK di kawasan Gunung Anyar, Semolowaru, dan sejumlah wilayah di Surabaya Barat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno mengatakan, sepinya pembeli di SWK dikarenakan kurang adanya pendamping secara intens dari Pemkot Surabaya. Oleh karena itu untuk membangkitkan SWK perlu ada pendampingan dan penggerak.

"Pendampingan itu untuk mengemas SWK menjadi menarik sehingga minat masyarakat ke SWK meningkat. Mulai dari kemasan, cita rasa hingga penjualan atau marketing," kata Anas, Minggu (28/5).

Di samping itu, dengan semaraknya Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang banyak event terselenggara, menurut Anas, dapat digunakan sebagai ajang promosi dagangan dari pedagang SWK yang sedang lesu.

Ia meminta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya untuk berani melakukan terobosan agar pedagang bisa mendapatkan penghasilan dari banyaknya event menjelang HJKS. "Terobosan dan inovatif perlu dilakukan oleh Dinkopdag. Karena semakin hari pedagang sambat kalau SWK sepi pembeli," tegas Anas.

Oleh karena itu dengan melakukan pemberdayaan sebanyak 1.116 pedagang UMKM SWK di Surabaya membuat minat pembeli meningkat. "Intinya pedagang SWK perlu diperhatikan oleh dinas," ujarnya.

Keberadaan SWK yang sepi pembeli tidak hanya merugikan pedagang saja, akan tetapi juga fasilitas yang sudah dibangun pemkot tidak dapat memberi dampak besar terhadap warga sekitar dan tidak menggerakkan perekonomian. Sehingga fasilitas tersebut seakan sia-sia.

Oleh karenanya bagaimana bisa menghidupkan dan membuat SWK ramai pembali menjadi hal yang penting. Yang dampak luasnya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan SWK Surabaya, Poniman mengatakan, selama ini para pedagang di SWK dalam kondisi hidup segan mati tak mau. Sehingga tak sedikit pedagang yang keluar masuk untuk berdagang di SWK. "Saat tahu sepi pembeli mereka keluar dari SWK. Jadi memang tidak sedikit pedagang keluar masuk di SWK yang sepi," kata Poniman.

Bahkan ia menyebut, hanya 15 persen dari jumlah seluruh SWK di Surabaya yang bisa benar-benar dikatakan hidup. Ia mencontohkan SWK di Surabaya Barat terdapat delapan SWK, Surabaya Timur ada lima SWK, kemudian di Surabaya Selatan ada tiga SWK.

Sedangkan yang mayoritas terlihat banyak pembeli terletak di Surabaya Pusat. Ia berharap, ada peran intensif dari pemkot. "Agar keberadaan SWK yang lesu ramai pembeli," harapnya. (rmt/nur) Editor : Administrator
#SWK Sepi #Beri Pendampingan #Sentra Kulner #Komisi B #pemkot surabaya #Sepi Pembeli #dprd surabaya