Dua jam sebelum disajikan kepada jemaah, petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan makanan layak dan tidak basi. Pemeriksaan meliputi bau, rasa, dan tekstur.
Subkoordinator Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya Siswanto mengatakan, setiap hari petugas memeriksa bahan baku sampai makanan yang siap dikonsumsi jemaah. “Untuk memastikan menu makanan yang disajikan layak dan bergizi,” kata Siswanto.
“Setelah diperiksa, kita ambil sampel untuk disimpan dan diperiksa di laboratorium kesehatan,” tambahnya.
Selain itu, dapur tempat memasak juga tidak lepas dari pemeriksaan. Mulai dari sanitasi lingkungan, pencahayaan, suhu ruangan, hingga alat masak. “Semua variabel itu harus memenuhi syarat. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah memenuhi syarat,” ujar Siswanto.
Selama pelaksanaan ibadah haji, bagian dapur memasak sedikitnya 100 kilogram beras. Makanan yang disajikan bervariasi dan bahan baku selalu fresh.
“Setiap kloter itu kami memasak 45 kilogram beras untuk sekali makan. Jadi, tiga kali makan dibutuhkan 135 kilogram. Menunya sudah terdaftar dan selalu dicek oleh tim kesehatan,” kata pengawas dapur Nim Mu’jizah.
Menu yang disajikan beraneka ragam dan memenuhi kelayakan gizi. Sebelum subuh petugas telah memasak makanan untuk ratusan jemaah setiap harinya. Sebanyak 30 orang pekerja selalu siaga di dapur.
“Semua bahan dipastikan fresh. Kalau daging dimasak pagi, ya malamnya bahan daging itu sudah datang. Menu yang disajikan setiap hari juga berbeda-beda,” pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator