Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antrean Membludak di Kantor Pos, Penyaluran BLT Dipindah ke Kecamatan

Administrator • Kamis, 11 Mei 2023 | 04:16 WIB
KEWALAHAN: Warga antre untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Pos Kebon Rojo, Surabaya, Rabu (10/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
KEWALAHAN: Warga antre untuk mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Pos Kebon Rojo, Surabaya, Rabu (10/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Antrean panjang penerima bantuan langsung tunai (BLT), Rabu (10/5), membuat pihak Kantor Pos Besar Kebonrojo kewalahan. Pemkot Surabaya akhirnya turun tangan. Selanjutnya, penyaluran BLT dilakukan di kantor kecamatan, Kamis (11/5).

“Bagi yang sudah verifikasi bisa dilanjutkan di sini (Kantor Pos Kebonrojo). Sedangkan yang belum diverifikasi akan dibagikan ke kecamatan masing-masing,” kata Kepala Kantor Pos Utama Kebonrojo Surabaya Rian Syahriyani, Rabu (10/5).

Menurut dia, penyaluran 27.837 BLT melalui 31 kantor kecamatan di Surabaya. Realisasi BLT berupa sembako dan uang tunai itu sejatinya dilakukan pada 6–10 Mei. Namun, hingga 10 Mei terdapat 7.011 warga yang belum mengambil bantuan. Akhirnya, pembagian diperpanjang hingga 11 Mei 2023.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriyatin menjelaskan, penyaluran BLT kali ini berupa dana bantuan sosial program sembako periode Januari-Maret 2023. "Penyalurannya itu diatur langsung oleh kantor pos. Jadi, bukan menjadi kewenangan Pemkot Surabaya," kata Anna.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kepadatan di Kantor Pos Kebonrojo karena banyaknya kecamatan yang di-cover. Untuk mengurai kepadatan, pembagiannya harus disebar di semua kecamatan. “Kita akan bantu proses pembagian di kecamatan karena ini berurusan dengan warga Surabaya” kata Cak Eri.

Cak Eri langsung memerintahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) M Fikser dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya Anna Fajriatin untuk berkoordinasi dengan kantor pos. Solusi itu disepakati dan akhirnya penyaluran itu dilakukan di 31 kantor kecamatan.

"Karena penerima BLT begitu padat, maka harus diubah sistemnya. Dibagi di masing-masing kecamatan. Kasihan warga kalau berdesak-desakan,” tegas Cak Eri. (rmt/rek) Editor : Administrator
#kantor pos #Penyaluran BLT #Dipindah ke Kecamatan #Antrean Membludak