Sebelumnya Nurdiyana dilaporkan hilang sejak 16 April lalu. Hingga akhirnya siswi SMPN 31 Surabaya itu ditemukan meninggal dunia di Benteng Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (7/5), tepat 21 hari korban dinyatakan hilang.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana mengungkapkan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menyelidiki dan meminta keterangan saksi. Hasilnya, diduga ada dua orang yang saat itu mengajak korban jalan-jalan ke Benteng Kedung Cowek alias Gudang Peluru.
Polisi akhirnya mengamankan keduanya. "Kami amankan Y dan R. Keduanya berusia 16 tahun," kata AKP Arief Ryzki Wicaksana, Selasa (9/5).
Mengenai motif dan peran keduanya serta apa yang dilakukan keduanya hingga korban meninggal dunia, pihak kepolisian masih menyelidiki lagi. "Kedua orang ini ada yang mantan pacar korban dan satunya temannya," tutur Arief.
Sebelumnya, Setiawan Adi, kakak korban, sempat mengungkapkan pada Radar Surabaya mengenai kecurigaannya pada Y. Ia mendapat informasi dari teman korban jika adiknya sedang dekat dengan Y. Pada 17 April, ia sempat ke rumah Y namun ia mengelak mengetahui keberadaan adiknya.
"Dia mengaku pada 16 April berada di rumah seharian. Bahkan, ada temannya yang dipanggil untuk menguatkan perkataan itu. Saat itu, saya ditemui R dan orang tuanya," katanya.
Saat pulang, ia bertemu dengan teman Y yang sempat dipanggil ke rumah Y. Dia menyampaikan bahwa Y bersama satu temannya, diduga R, sebenarnya berada di Benteng Kedung Cowek pada 16 April. Ini membantah keterangan Y yang mengatakan bahwa dia di rumah seharian saat kejadian pada 16 April tersebut.
"Kata temannya ini, ia sempat di-video call oleh Y di lokasi itu. Kemudian tak lama setelahnya ia dipameri HP adik saya yang dibawa Y," tuturnya.
Setiawan berharap, polisi mengusut tuntas kasus tersebut. "Semoga secepatnya selesai agar jenazah adik saya bisa segera dikebumikan," ungkapnya. (gun/rek) Editor : Administrator