"Pelaku itu (CJ) sudah masuk DPO (daftar pencarian orang). Cara aksi mereka berkeliling mencari sasaran," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Sutrisno, Senin (8/5).
Mantan Kanit Reskrim Polsek Genteng menambahkan, komplotan CJ dan AKJ diduga lebih dari lima orang. Mereka memiliki peran masing-masing. Sasaranya mencuri motor jenis matik yang diparkir di area kos atau permukiman.
Menurut dia, anggota Reskrim Polsek Wonocolo masih melakukan pengejaran dan profiling pelaku. Bahkan, hingga ke Pulau Madura. "Mohon waktu. Anggota kami masih di lapangan untuk melakukan pengejaran. Tentu setiap perkembangan penyelidikan kasus akan kami ungkap ke publik," terangnya.
Tersangka AKJ, 26, maling motor yang meresahkan warga Surabaya ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo. Bandit asal Desa Morkepek, Labang, Bangkalan, Madura ini sudah beraksi di lima lokasi berbeda di Kota Pahlawan. Di antaranya, di Jalan Bendul Merisi dan Jalan Wonocolo Pabrik Kulit, Surabaya.
Tersangka AKJ dalam menjalankan aksinya selalu membawa senjata tajam jenis celurit untuk jaga-jaga diselipkan di balik baju. Polisi kini masih mengejar komplotan atau rekan tersangka AKJ.
Kapolsek Wonocolo Kompol Bayu Halim Nugroho mengatakan, tersangka AKJ diringkus saat beraksi mencuri motor di Jalan Bendul Merisi. Bermula saat patroli Opsnal Reskrim Polsek Wonocolo. Kemudian menerima aduan dari masyarakat bila ada pencuri motor yang tertangkap tangan.
"Tersangka AKJ ini langsung kami amankan. Untuk tersangka satunya kabur. Kami masih upayakan pengembangan," ujar Bayu didampingi Kanit Reskrim Iptu Sutrisno.
Bayu membeberkan, modus operandi yang dilakukan tersangka melakukan hunting sasaran motor incaran di rumah kos dan permukiman. Setelah mendapat sasaran tersangka beraksi merusak kunci setir motor korban. "Tersangka menggunakan kunci T dan selalu membawa celurit untuk jaga-jaga dan mengamankan diri," ungkapnya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek