Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sambut HJKS, Begandring Soerabaia Rilis Buku Meneropong Sejarah Surabaya dari kalimas

Administrator • Sabtu, 6 Mei 2023 | 01:46 WIB
Perkumpulan Begandring Soerabaia menerbitkan buku tentang sejarah Kota Surabaya, Jawa Timur, yang berjudul
Perkumpulan Begandring Soerabaia menerbitkan buku tentang sejarah Kota Surabaya, Jawa Timur, yang berjudul
SURABAYA - Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 tahun ini, perkumpulan pemerhati sejarah, Begandring Soerabaia, menerbitkan buku tentang sejarah Kota Surabaya.

Buku yang diberi judul "Meneropong Sejarah Surabaya Dari Sungai Kalimas" itu mengulik tentang peran Kalimas sebagai saksi peradaban Kota Surabaya baik perkembangan kotanya maupun masyarakatnya.

Selain itu, buku ini sebagai bentuk partisipasi warga kota untuk hari jadi kotanya tercinta Kota Surabaya. "Buku itu, kami dedikasikan kepada seluruh warga di Kota Pahlawan," kata Ketua Begandring Soerabaia, Nanang Purwono di Surabaya, Jumat (5/5).

Menurut dia, buku tersebut menyajikan tentang beragam tempat bersejarah yang ada di sepanjang sungai Kalimas mulai dari Ngagel hingga Tanjung Perak.

Sementara Sungai Kalimas, kata dia, dinilai sebagai bukti dan saksi sejarah Kota Surabaya di sepanjang zaman. Sehingga menjadi wahana untuk melihat ragam sejarah Surabaya mulai dari era kerajaan Singasari di abad 13 hingga era kolonial.

"Untuk melengkapi isi buku ini, kami mohon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkenan memberikan kata pengantar dan dukungan pembiayaan pada proses cetak buku dimaksud. Hal ini tentunya sebagai bentuk partisipasi warga kota dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya," katanya.

Penulis buku Meneropong Sejarah Kota Surabaya Dari Sungai Kalimas, Nanang Purwono menjelaskan, Sungai Kalimas yang membelah Kota Pahlawan dari selatan ke utara menjadi saksi peradaban panjang kota. "Melalui sungai inilah, jejak sejarah kota Surabaya dapat disimak," ucapnya.

"Dengan mengambil alur Kalimas sebagai sarana melihat sejarah Kota Surabaya, buku ini sekaligus sebagai pendorong upaya pemanfaatan sungai Kalimas sebagai sarana pariwisata, edukasi dan pengetahuan agar Kalimas yang sangat legendaris dan historis itu tidak sekadar menjadi jalur pembuangan air dari pedalaman Jawa ke Selat Madura," jelasnya.

Tidak hanya itu saja, buku tersebut juga mengisahkan tentang riwayat Sungai Kalimas yang dulunya bermuara melalui Krembangan dan selanjutnya karena perkembangan kota alurnya bermuara di daerah Ujung Surabaya.

Dari sepanjang Sungai Kalimas ini, dibagi menjadi beberapa klaster, dimana di setiap klaster memiliki sekelompok tempat tempat bersejarah. Klaster paling hulu (selatan) adalah klaster Dam Ngagel, kemudian berturut turut semakin ke utara adalah klaster BAT, Gubeng, Simpang, Peneleh, Pasar Besar, Jembatan Merah dan Petekan.

"Buku yang menjadi guidence kesejarahan Kota Surabaya di sepanjang sungai Kalimas ini, sekaligus untuk memperkuat Kalimas sebagai potensi wisata air Surabaya. Buku ini juga untuk menambah khasanah kepustakaan dan kesejarahan kota Surabaya," ungkap Nanang. (jpc/ant/jay) Editor : Administrator
#Rilis Buku #Meneropong Sejarah Surabaya dari Kalimas #Begandring Soerabaia #HJKS ke-30