Yang diambil sumpah terdiri atas 1.300 orang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan tenaga administrasi tahun lalu. Sedangkan 150 orang lainnya disisir dari para PNS yang belum diambil sumpah tahun lalu.
Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah/Janji PNS sendiri dilakukan oleh lima orang perwakilan dari lima agama. Perwakilan tersebut antara lain M. Burhanuddin Thobari sebagai perwakilan Islam, Novia Astika Hadi Mulyono sebagai perwakilan Kristen Protestan, Maria Nining Kehi sebagai perwakilan Kristen Katolik, I Nyoman Riki Wisdyastrawan sebagai perwakilan Hindu, serta Jenadi Binarto sebagai perwakilan Budha.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur yang akrab disapa Khofifah itu menekankan pentingnya core values ASN BerAKHLAK yang meliputi berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Yang pertama adalah berorientasi pelayanan. Pastikan bahwa kita semua punya komitmen dan tekad memberikan pelayanan terbaik, tercepat, termudah. Pastikan bahwa saudara siap memberikan layanan kepada seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Khofifah menjelaskan bahwa akuntabel merupakan akuntabilitas seluruh kerja dan kinerja yang didedikasikan untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, ia juga berpesan agar setiap ASN memiliki kompetensi di bidang tugas masing-masing.
“Selalu ada perubahan ekosistem yang berjalan sangat cepat, baik internal maupun eksternal Pemprov, baik internal maupun eksternal bangsa,” tuturnya.
“Kita berada pada Global Village. Jadi setiap perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia harus selalu dalam antisipasi dan kemampuan kita untuk melakukan mitigasi sekaligus menemukan solusinya,” katanya.
Core value selanjutnya adalah harmoni yang juga merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya. yakni terdapat program yang diberikan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.
“Harmoni itu bagaimana keberagaman yang menjadi kekuatan Provinsi Jawa Timur kita bangun. Maka, kita bergandengan tangan untuk saling menguatkan sehingga tercipta harmonious partnership di antara kita,” jelasnya.
Kemudian, yang tidak kalah penting adalah perihal loyalitas kepada NKRI. Sehingga tidak ada pikiran dan gagasan selain yang berdasarkan kepada Pancasila.
Terakhir, Khofifah menjelaskan bahwa kolaborasi juga merupakan hal vital. Sebab, kolaborasi menjadi kunci menghadapi disrupsi dan era industri 4.0, society 5.0, dan bahkan 6.0.
“Kepada seluruh kepala OPD, Khofifah meminta agar setiap ASN yang baru mengikuti sumpah / janji. Agar tiap mereka dapat menjadi tenaga-tenaga inovator yang akan melakukan percepatan pergerakan dari seluruh pembangunan di Jawa Timur. (mus) Editor : Administrator