SURABAYA - Hujan yang mengguyur Surabaya, Jumat (28/4) siang, menyebabkan banjir di beberapa kawasan.
Salah satu yang paling parah terjadi di kawasan pertokoan Darmo Park di Jalan Mayjend Sungkono Surabaya. Dimana ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Bahkan, genangan air ini merendam puluhan kendaraan baik mobil dan motor yang parkir di kawasan tersebut.
Genangan air yang merendam Jalan Mayjen Sungkono dan sekitarnya kontan memicu kemacetan di kawasan tersebut. Apalagi genangan air tampak memutus arus lalu lintas di jalan protokol yang menghubungkan kawasan Surabaya barat dan selatan tersebut.
Banjir tersebut juga berimbas di kawasan Kupang Jaya, Banyurip hingga Simorukun. Tak sedikit kendaraan roda dua yang memaksa menerjang banjir akhirnya mogok. Pemkot Surabaya pun menerjunkan mobil pemadam kebakaran untuk menyedot air.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, genangan air di Jalan Mayjen Sungkono disebabkan oleh pelapis tanggul sungai di Jalan Kembang Kuning yang jebol sepanjang kurang lebih 20 meter.
Untuk mengatasinya, Dinas SDA-BM mengerahkan satu unit alat berat dan puluhan petugas yang bekerja menambal tanggul yang jebol. "Kebetulan memang pelapis tanggul itu sudah waktunya rekondisi. Di lokasi, kami terjunkan satu unit alat berat dan 40 orang satgas,” kata Lilik.
Untuk mencegah air dari tanggul yang jebol menggenangi kawasan Kembang Kuning, sekaligus untuk mempermudah petugas menambal tanggul yang jebol, maka pintu air di kawasan itu ditutup. Akibatnya, aliran air menuju ke arah Jalan Mayjen Sungkono dan menyebabkan banjir.
Namun demikian, Lilik mengklaim genangan di kawasan Mayjen Sungkono sudah surut sekitar 20 menit setelah dilakukan perbaikan-perbaikan. Ia juga menjelaskan bahwa ketika hujan deras memang masih ada sejumlah tempat yang tergenang.
Namun ketika hujan mulai reda maka maksimal 30 menit genangan itu langsung surut. “Tapi kita juga tetap tidak ingin ada genangan meskipun itu hanya 30 menit, makanya kita terus melakukan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi lewat akun media sosialnya langsung meminta maaf kepada warga Surabaya atas banjir yang menggenangi kawasan bisnis di Mayjend Sungkono dan sekitarnya.
"Tadi kami harus mengambil keputusan dengan cepat di antara opsi-opsi yang tidak mudah. Pertama, air menggenangi jalanan di kawasan Mayjend Sungkono. Kedua, atau memilih opsi air menerjang permukiman warga secara lebih parah. Karena itu, saya mohon maaf harus mengambil keputusan mengalirkan air ke jalanan daripada ke rumah warga," tulisnya di akun Instagram pribadinya.
Eri menyampaikan, karena curah hujan yang tinggi, maka pelapis tanggul sungai di kawasan Kembang Kuning jebol sekitar 20 meter. Pemkot Surabaya pun langsung bergerak cepat mengerahkan 40 personil satgas dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.
"Nah, ketika perbaikan itu dilakukan, sejumlah aliran pintu air ditutup. Kalau tidak ditutup, tembok tanggul yang jebol bisa semakin meluas dan malah membuat permukiman warga terimbas lebih parah."
Karena pintu air ditutup, aliran air menuju ke arah Mayjen Sungkono dan mengakibatkan banjir. "Ini pilihan yang harus diambil karena untuk MEMINIMALISASI terjadinya banjir yang meninggi di daerah Kembang Kuning dan sekitarnya yang menjadi permukiman warga," tulisnya.
Semua perbaikan tuntas hari ini. Terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja luar biasa. Genangan air telah surut (geser gambar). Sekali lagi, saya mohon maaf atas pilihan-pilihan sulit yang harus kami ambil imbas jebolnya pelapis tanggul di kawasan Kembang Kuning hari ini. (rmt/jay) Editor : Administrator