Salah satu tetangga pemilik depot Sumadi, 52, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00. Sebelum api berkobar melahap bangunan depot, sempat terdengar dua kali ledakan dari dalam dapur depot.
"Dari kompor, lagi masak. Tidak ada yang luka, di dalam ada dua orang langsung keluar," ungkapnya, Jumat (28/4). Kebakaran tersebut kemudian dilaporkan warga ke Command Center 112 dan jajaran terkait.
Tak lama kemudian 14 unit truk pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya tiba di lokasi. Petugas lalu melakukan pemadaman api dari berbagai sisi.
Api dengan cepat membesar karena tiupan angin. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 21.20. Selanjutnya dilakukan pembasahan hingga lokasi kondusif pukul 22.01.
Untuk luas area yang terbakar 5 x 10 meter. Api merambat ke lantai dua yang dipakai tempat tinggal. Untuk dugaan awal penyebab kebakaran depot karena kompor ngebros saat masak.
"Yang semalam karena masak (pemilik lupa matikan kompor) ketiduran," ungkap Kepala DPKP Kota Surabaya Dedik Irianto. Dedik menambahkan, untuk kejadian kebakaran selama bulan April (hingga kemarin) terjadi 11 kali kebakaran bangunan di Kota Surabaya. Kebakaran rata-rata dipicu korsleting listrik. Selain itu sisanya karena injeksi elpiji meledak dan petasan.
Kapolsek Wonokromo Kompol Riki Donaire Piliang menegaskan tidak ada korban jiwa dan luka dalam insiden kebakaran di depot makan Jalan Bratang Gede.
Pihaknya menyebut sebelum kebakaran ada aktivitas memasak untuk kegiatan jual beli makanan di dapur depot. "Untuk penyebab pasti masih kami dalami. Sebelumnya memang ada aktivitas memasak di dapur," tegasnya. (rus) Editor : Administrator