Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

ASTAGA! Sampah di Surabaya Naik hingga 100 Ton Selama Ramadan

Administrator • Rabu, 19 April 2023 | 22:38 WIB
MENINGKAT: Kenaikan sampah yang dibuang masyarakat per harinya mencapai 50 sampai 100 ton. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
MENINGKAT: Kenaikan sampah yang dibuang masyarakat per harinya mencapai 50 sampai 100 ton. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Selama Ramadan sampah-sampah di Surabaya mengalami peningkatan. Pemkot Surabaya berusaha keras untuk mengurangi sampah. Bahkan pemkot telah menerbitkan surat edaran (SE) Wali Kota Surabaya tentang imbauan bulan Ramadan tanpa sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, saat ini kenaikan sampah mencapai 50 sampai 100 ton per hari. "Kemarin saya cek ada kenaikan, sampai 100 ton rata-rata kenaikannya," kata Hebi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, rata-rata sampah selama Ramadan didominasi oleh sampah rumah tangga dan plastik yang meningkat. Pihaknya tak memungkiri masih banyak warga yang tidak mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 16 Tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya.

"Ya nanti kita berusaha untuk menstop produsen sampah yang menghasilkan sisa makanan seperti plastik untuk beralih penggunaanya," tegasnya.

Pihaknya juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan plastik serta tidak membuang sampah secara sembarangan. Meski demikian, nantinya sampah tersebut akan didaur ulang. "Ya kami akan mencari formula yang terbaik," ujar Hebi.

Kabid Sarpras DLH Surabaya, Mohammad Amin mengatakan, paling banyak sampah yang masuk ke TPA Benowo sampah plastik dan sampah organik yang merupakan sisa makanan. "Yang paling banyak plastik dan sisa makanan. Jadi kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan. Kami juga pantau setiap harinya," kata Amin.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi kondisi normal pasca pandemi Covid-19 banyak tempat makan atau restoran yang buka tanpa pembatasan. Ia juga mengimbau masyarakat Surabaya selama Ramadan untuk mengurangi penggunaan plastik, serta mengkonsumsi makanan tidak berlebihan.

"Ya sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan berlebihan dan juga mengurangi plastik. Seperti plastik air mineral sebaiknya menggunakan tumbler," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Administrator
#Sampah di Surabaya #Naik hingga 100 Ton #selama Ramadan