Ketua PMI Kota Surabaya, Ikshan menjelaskan, donor darah Ramadan ini untuk memenuhi stok darah jelang libur panjang Lebaran. Targetnya adalah lima ribu kantung darah. Dengan skema 500 pendonor tiap hari. "Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari," ujarnya, kemarin.
Dia optimistis target itu tercapai. Karena peran PMI Kota Surabaya cukup berat. Tugasnya adalah menyuplai daerah lain yang membutuhkan. "Jadi tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah sakit di Surabaya saja, tapi juga didistribusikan ke daerah lain," tuturnya.
Upaya mengantisipasi kelangkaan kantung darah ini sudah berjalan sekitar 15 tahun lalu. Langkah PMI Kota Surabaya terus mengalami perkembangan. Dia mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.
"Awalnya masih target 200 kantung. Tapi sekarang sudah bisa mencapai ribuan. Saat ini pendaftar sudah penuh sesuai target harian," paparnya.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya Martono Adi Trijogo mengatakan, stok darah menurun sekitar 40 persen sejak Ramadan 2023. Saat ini, ruang penyimpanannya tersedia 800 kantung darah. Menurutnya, jumlah ini belum cukup ideal.
“Kebutuhan tiap harinya 500 kantong dari 350 pendonor. Karena satu pendonor bisa jadi dua, yaitu PRC (sel darah merah, Red) dan trombosit,” jelasnya.
Dia memproyeksikan, hasil donor darah massal ini cukup untuk persiapan libur panjang. Sekaligus stok darah PMI Kota Surabaya mengakomodir kebutuhan daerah lain. Bahkan seluruh wilayah di Jawa Timur. “Untuk memenuhi stok, yang paling dibutuhkan itu golongan darah O, B, lalu A, baru AB,” ungkapnya.
Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim Maruf Khozin membolehkan donor darah saat Ramadan. Kegiatan itu pun tidak membatalkan puasa. Justru terdapat keutamaan, yakni memberikan sumbangan darah kepada orang yang membutuhkan.
"Itu pun sebelum donor ada pemeriksaan seluruh tubuh. Asalkan kondisi tubuh sehat, tidak ada masalah apapun, dan tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain, dipersilakan untuk melakukannya," imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator