Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Xu Yong meyakini dengan adanya pertemuan ini, kerja sama antara Kota Surabaya dengan Tiongkok bisa terus ditingkatkan. Bahkan, ia juga berharap kerja sama antara kedua belah pihak bisa saling mensejahterakan warganya.
“Saya yakin atas dukungan dan bantuan dari Pak Wali Kota Surabaya ini, kerjasama antar kedua kota akan terus berkembang dan semakin meningkat ke depannya,” kata Xu Yong.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap kerjasama sister city terus diperkuat dan dimasifkan, sehingga dampaknya kepada kedua kota terlihat nyata. “Jadi, saya berharap tidak hanya sekadar tandatangan sister city saja, tapi harus ada dampak yang nyata bagi kedua belah pihak,” harap Cak Eri.
Selama ini Surabaya memang sudah menjalin sister city dengan Xiamen dan Guangzhou. Salah satu bentuknya ada pertukaran pelajar, pegawai negeri pemkot, ekonomi, budaya dan transportasi. Namun, kerjasama itu harus lebih diperkuat dan dampaknya harus terlihat dan dapat dirasakan oleh Surabaya dan kota sister city.
“Misalnya produk UMKM Surabaya bisa dipamerkan dan dijual di sana dan begitu juga sebaliknya. Jadi, di sini kita membawa misi UMKM internasional juga, karena itu adalah salah satu program pemkot saat ini, bagaimana produk UMKM Surabaya bisa internasional. Sebelumnya Singapura sudah menyediakan tempat khusus untuk UMKM kita dan itu gratis, sehingga dampak sister city ini bisa langsung dirasakan oleh warga Surabaya,”kata Cak Eri.
Surabaya memiliki kampung pecinan, yakni di kawasan Surabaya Utara atau kawasan Jalan Coklat, Karet hingga Kembang Jepun. Makanya, ketika Konjen Xu Yong berkunjung ke Surabaya, Eri langsung mengajaknya untuk berkunjung dan melihat langsung Wisata Kya-kya itu. Bahkan, Wali Kota Eri juga berharap mereka bisa memberikan sebuah prasasti yang menjadi penanda kerjasama Kota Surabaya dengan Tiongkok
“Saya minta beliau untuk datang ke Kya-kya supaya melihat langsung suasana di sana. Bahkan, saya juga meminta beliau untuk memberikan masukan pada kami karena tempat itu sekarang terus kami bangun supaya benar-benar menjadi Kampung Pecinan,”jelasnya.
Bagi Eri, masukan dan sumbangan pemikiran dari Konjen RRT itu sangat berarti supaya Kya-kya itu benar-benar menjadi Chinatown atau seperti wilayah Tiongkok. “Beliau akan ke sana bersama konsultannya. Bahkan, beliau juga menyampaikan akan siap support penuh Pemkot Surabaya untuk mengembangkan Kya-kya. Mereka juga berterimakasih kepada Pemkot Surabaya yang konsen dan terus bekerjasama dengan para orang-orang Tionghoa di Surabaya,” pungkasnya. (rmt/rak) Editor : Administrator