Berbeda dengan depot lokomotif yang perawatannya dapat dilakukan harian, selama enam bulanan, ataupun selama satu tahunan. Balai Yasa tidak berada di bawah daerah operasi (Daop), tetapi langsung berada di bawah kantor pusat PT Kereta Api Indonesia dan berbentuk unit pelaksana teknis (UPT).
VP Balai Yasa Gubeng Muh.Tri Setyawan, mengatakan perawatan besar kereta api di Balai Yasa terdiri dari dua macam, masing-masing P24 untuk perawatan dua tahunan dan P48 empat tahunan.
"Untuk perawatan genset kita ada minor over hole dan general over hole yang akan diselesaikan dan dikeluarkan dalam minggu ini untuk mendukung angkutan lebaran," jelasnya, Rabu (5/4).
Jenis kereta yang dirawat dan diperbaiki di Balai Yasa Gubeng, menurut dia, mulai dari tipe ekonomi hingga eksekutif yang diperuntukkan bagi empat daerah operasi (Daop) binaan, masing-masing Daop 6 Yogyakarta, 7 Madiun, 8 Surabaya dan 9 Jember.
"Semua jenis kereta, mulai ekonomi, bisnis hingga eksekutif kami rawat di sini, untuk empat daop binaan kami dengan mengerahkan 265 pegawai," tambah Muh Tri.
Namun, lanjutnya, untuk pekerja yang di lapangan pihaknya akan menyiapkan 81 orang yang akan disebar di sembilan titik posko angkutan lebaran. "Masing-masing sembilan orang di tiap titik yang akan kami keluarkan saat posko lebaran 2023," tuturnya.
Para petugas tersebut, akan siaga dan langsung terjun jika ada masalah yang terjadi di lapangan di sembilan titik yang tersebar di empat Daop tersebut. "Jadi personel kami jika ada yang trouble atau gangguan pasti kami akan terjun langsung untuk memperbaiki," ucapnya.
Terlebih, jika ada kursi yang bermasalah, alat pendingin tidak berfungsi atau hal lainnya yang bisa membuat pelanggan tidak nyaman, pihaknya akan langsung menerjunkan tim yang di lapangan.
"Balai Yasa Surabaya Gubeng akan mensupport penuh program angkutan lebaran 2023 dengan mengedepankan aspek Selamat, Nyaman, dan Handal," pungkasnya. (rmt/rak) Editor : Administrator