Kasus pembobolan minimarket dilakukan tersangka Dirgantoro pada Sabtu (11/3) sekitar pukul 23.30. Tersangka datang ke minimarket seusai tutup. Dia menggunakan kunci duplikat dan kunci tabung toko. Karena sudah paham situasi, tersangka dengan mudah masuk ke dalam minimarket.
Ketika sampai di dalam minimarket alarm tanda keamanan minimarket sempat berbunyi. Tersangka lalu mematikan alarm tersebut. Sejurus kemudian mencuri rokok dan pampers. Usai beraksi tersangka keluar dan mengunci kembali pintu minimarket. Dia lalu kabur.
Kasus pembobolan itu baru diketahui pihak minimarket keesokan harinya. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Jambangan. Kapolsek Jambangan Kompol Budi Waluyo mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan CCTV pelaku teridentifikasi.
"Tersangka DW karyawan minimarket sendiri. Dia masuk setelah toko tutup," ujarnya, Rabu (5/4).
Untuk memuluskan aksinya, lanjut Budi, tersangka memakai hodie dengan penutup kepala. Dia juga berpura-pura seolah tidak bersalah. Menurut Budi, tersangka ditangkap di tempat kerjanya, enam hari setelah kejadian. "Dia tak dapat mengelak. Sudah dua kali," ujarnya.
Barang bukti yang disita terdapat seragam kerja tersangka, jaket hodie, motor Honda Vario sarana, sebuah HP, uang Rp 1,05 juta dan rekaman CCTV.
Tersangka Dirgantoro Waskito mengaku nekat mencuri 10 slop rokok dan pampers yang dijual di minimarket karena kepepet. Hasil curian tersebut dijual kembali ke sales di luar. "Saya khilaf. Hasil buat kebutuhan sehari-hari," ucapnya sambil menunduk. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek