Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hapus Kekumuhan, Penataan Sentra PKL di Jalan Srikana Butuh Tiga Bulan

Lambertus Hurek • Senin, 13 Maret 2023 | 03:42 WIB
DIBENAHI: Petugas menata sentra PKL di kawasan Jalan Srikana, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
DIBENAHI: Petugas menata sentra PKL di kawasan Jalan Srikana, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Sentra pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Srikana, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, selama ini terlihat kumuh. Wajah kusam bangunan kayu itu kini dirombak oleh Pemkot Surabaya. Penataan sentra PKL itu berlangsung selama tiga bulan.

Camat Gubeng Eko Kurniawan Purnomo mengatakan, penataan sentra PKL Srikana bertujuan untuk menghilangkan kesan kumuh di kawasan tersebut. Nantinya tempat berjualan PKL akan dibuat lebih nyaman, rapi, dan bersih.

"Kita tata untuk menghilangkan kesan kumuh. Sehingga, tidak ada lagi tumpukan barang yang tidak sesuai dengan aktivitas berjualan mereka. Tidak boleh ada lagi sampah yang berserakan biar kelihatan bagus," kata Eko Kurniawan Purnomo, Minggu (12/3).

Tak sekadar ditata, penataan juga dilakukan pada lahan pembuangan sementara (LPS) serta gerobak sampah yang ada di situ. "Kita upayakan LPS tidak terlalu bau. Gerobak sampah kita masukkan," ujarnya.

Menurut Eko, kawasan di sekitar sentra PKL juga akan dipercantik. Dilengkapi dengan mural warna-warni hingga lampu hias agar lebih indah. "Bangunannya nanti pakai kontainer. Kayak open space, ada kontainer, tempat duduk, dikasih payung-payung. Ada tamannya, ada lampu-lampunya, dan mural warna-warni," ungkapnya.

Terkait manajemen sentra PKL ke depan, Eko menyebut tergantung Dinas Koperasi Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag). Namun, jika diserahkan ke pihak kecamatan, ia memastikan telah menyiapkan tata kelola yang berbeda. "Kita ingin bikinnya sentra kuliner, satu manajemen. Kita akan melibatkan keluarga miskin," ujarnya.

Eko menyatakan, pelibatan keluarga miskin melalui program padat karya tak luput dari perhatiannya. Ia berharap sentra PKL di Jalan Srikana dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dari keluarga miskin di Kecamatan Gubeng.

"Yang pasti, amanat dari Mas Wali Kota, semua proyek diarahkan ke padat karya sehingga keluarga miskin terlibat. Saya sebagai pengampu di Kecamatan Gubeng pasti melibatkan keluarga miskin," katanya.

Di sisi lain, Eko juga menjamin seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di setra PKL Srikana mendapat tempat. Ada 24 pedagang yang berjualan di sentra PKL tersebut. Dengan rincian, 22 pedagang warga Surabaya dan dua orang luar Surabaya. “Kalau pengampunya dinas koperasi, nanti saya koordinasikan agar semua PKL bisa dapat tempat di situ," sebutnya.

Para PKL untuk sementara bisa berjualan menggunakan rombong. Namun, tidak boleh mendirikan rombong permanen. "Kalau tempatnya diperbaiki, ya bisa pindah ke tempat lain. Kalau selesai (diperbaiki) bisa kembali," terangnya.

Eko menambahkan, penataan sentra PKL Jalan Srikana bakal rampung tiga bulan ke depan. Saat ini petugas masih melakukan pembersihan, penataan paving, dan pengaspalan di kawasan tersebut. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#PKL Srikana Airlangga #percantik PKL Srikana #revitalisasi PKL Srikana #tempat sampah srikana