Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Eri Cahyadi, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) M Ikhsan, para kepala dinas, lurah, dan camat. Cak Eri menilik satu per satu fasilitas yang ada untuk diperbaiki ulang. Kolam renang itu memiliki luas 24x12 meter dengan kedalaman 1,3 meter.
Bangunan dua lantai itu terdiri dari kolam renang balita dan anak. Cak Eri mengatakan, suasana kolam renang harus dibuat menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga. Nantinya wisata kolam renang Jambangan juga akan terkoneksi dengan boezem yang ada di belakangnya.
"Tempat ini sangat luas. Jadi, dikonsep ada kolam renang untuk dewasa, ada untuk anak-anak, dan juga stunting. Insya Allah, saya targetkan akhir tahun selesai,” katanya.
Waduk atau boezem bakal dilengkapi fasilitas wisata seperti sepeda air. Ada juga fasilitas panjat tebing untuk latihan anak-anak dan dewasa. Cak Eri juga ingin wisata kolam renang dan boezem ini terkoneksi dengan lintasan kuda yang tak jauh dari lokasi.
“Nanti saya koordinasikan dulu karena sebelah ini ada lintasan kuda. Sehingga, nanti di dalam ini ada kolam renang untuk stunting, boezem tempat wisata keluarga, tempat bermain anak. Ini akan menjadi wahana wisata alam sehingga warga Surabaya ada pilihan,” jelasnya.
Cak Eri tidak ingin tempat ini dibangun sia-sia. Semua fasilitas yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. “Saya ingin menggerakkan ekonomi untuk menekan kemiskinan. Kalau ini sudah jadi bisa seperti Romokalisari Adventure Land. Warga miskin mendapat pekerjaan di situ, akhirnya tidak menjadi miskin,” katanya.
Di tempat wisata di Jambangan itu juga akan ada sentra wisata kuliner (SWK) dengan konsep berbeda. Yakni, tempat kulineran dengan nuansa malam hari. “Nanti ditata, ada SWK-nya, dibuat kongkow anak muda. Dindingnya dimural juga, konsepnya fun karena ada yang untuk anak-anak, batu kerikilnya diganti warna-warni,” ujarnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek