Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tambal Jalan Berlubang di Surabaya, Sehari Guyur 120 Ton Aspal di Lebih 100 Titik

Administrator • Kamis, 2 Maret 2023 | 16:29 WIB
TAMBAL SULAM: Pekerja menyelesaikan pengaspalan di Jalan Ahmad Yani Surabaya, beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SURABAYA)
TAMBAL SULAM: Pekerja menyelesaikan pengaspalan di Jalan Ahmad Yani Surabaya, beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Pembeliharaan jalan selama musim hujan terus dilakukan. Pasalnya, tak sedikit jalan di Kota Surabaya yang berlubang. Bahkan, lubangnya sampai menganga karena tergerus air yang menggenang saat hujan. Langkah yang dilakukan selain membuat mulus jalan, juga meminimalisir kecelakaan di jalan karena lubang yang menganga.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan perbaikan atau pengaspalan jalan berlubang hingga 100 titik lokasi setiap harinya. Kepala Bidang Jembatan dan Jalan DSDABM Surabaya, Adi Gunita mengatakan, dalam sehari, pihaknya bisa mengguyur 100- 120 ton aspal untuk jalan berlubang di Kota Surabaya.

“Karena musim hujan, maka intensitas penambalan pengaspalan kita lebih tinggi. Normal sehari biasanya cuma 60 ton saat kemarau. Saat ini, kita sampai 120 ton atau dua kali lipat untuk melakukan aspal penambalan jalan ini,” kata Adi, Rabu (1/3).

Kawasan atau wilayah yang paling banyak dilakukan perbaikan jalan rusak adalah kawasan Surabaya Barat dan Surabaya Utara. “Kalau di Surabaya Barat itu ada di wilayah Benowo dan Sememi. Sedangkan kawasan Surabaya Utara itu ada di wilayah Tambak Sarioso, Kalianak, Gadukan, Gresik, Greges, Margomulyo. Iya di kawasan pergudangan,”terangnya.

Meski demikian, Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan perbaikan jalan rusak atau berlubang yang ada di Kota Surabaya, secepat mungkin akan diselesaikan. “Seperti di kawasan Kalianak dan Tambak Sarioso, maka kita prioritaskan mana yang urgent (mendesak). Meski tidak mendesak, tetap akan langsung kami tangani,"imbuhnya.

Terlepas dari tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Pahlawan, Adi mengaku bahwa pihaknya memiliki skala prioritas berdasarkan daftar penanganan jalan berluang yang telah dihimpun oleh Satgas pemantau lubang di berbagai ruas jalan.

“Kami memiliki tim survei yang terus berkeliling setiap harinya, mereka tersebar di 5 rayon (wilayah) untuk memantau ruas jalan. Jadi mereka mencari titik mana saja yang berlubang, kita jadikan satu dengan data jalan berlubang yang dikeluhkan pengguna jalan. Lalu kita petakan mana yang mendesak untuk segera kita tangani,” ujarnya.

Setiap tim satgas yang berada di 5 wilayah tersebut terdiri dari 4 orang. Karenanya, selain menghimpun data keadaan jalan rusak dari tim satgas, DSDABM juga menerima informasi jalan rusak berdasarkan laporan pengguna jalan.

“Ada laporan lapangan, ada juga laporan dari sosial media (sosmed). Laporan pengguna jalan yang kami terima bisa melalui akun sosmed Sapa Warga atau tim sosmed kami, Call Center 112, termasuk surat laporan yang dikirimkan ke kantor DSDABM,” terangnya.

Oleh karena itu dalam proses penanganan jalan berlubang juga berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali. Hal ini dilakukan agar bisa melakukan perbaikan jalan berlubang bersama-sama. Sebab, terdapat beberapa kerusakan ruas jalan nasional yang ada di Kota Surabaya.

“Posisi musim hujan seperti ini titik-titik yang berlubang itu semakin banyak. Kita klasterkan dulu berdasarkan skala prioritas mana yang penting dulu, yang mendesak itu yang kita tangani segera. Maka kita juga kolaborasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali supaya penambalan itu bersama-sama,” pungkasnya. (rmt/jay) Editor : Administrator
#Tambal Jalan Berlubang #Sehari Guyur 120 Ton Aspal #pemkot surabaya #Lebih 100 Titik