Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem, Jatim Berpotensi Bencana Hidrometeorologi hingga Awal Maret

Administrator • Rabu, 1 Maret 2023 | 02:11 WIB
ANTISIPASI: Sejumlah perahu nelayan berlabuh di kawasan Jembatan Suramadu, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
ANTISIPASI: Sejumlah perahu nelayan berlabuh di kawasan Jembatan Suramadu, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem daerah di Jatim sepekan ke depan. Yakni 25 Februari hingga 3 Maret.

Kepala Stasiun BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan peningkatan intensitas curah hujan disebabkan aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin. Menurutnya berdasarkan analisis kondisi iklim, wilayah Jatim saat ini berada di puncak musim hujan dan kondisi dinamika atmosfer. Masih signifikan terdapat potensi peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah," ujarnya.

Taufiq menambahkan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, daerah di Jatim menunjukkan aktifnya La Nina lemah masih berdampak terhadap peningkatan jumlah curah hujan.

Kemudian, tarikan massa udara akibat adanya daerah pusat tekanan rendah di sebelah utara Australia, mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah Jatim yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

"Lalu, aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di Jatim berdampak pada peningkatan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah Jatim," jelasnya.

Menurutnya beberapa daerah perlu diwaspadai. Karena, memiliki potensi cuaca ekstrem yang bisa mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. "Seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi," ungkapnya.

Potensi cuaca ekstrem tersebut antara lain di wilayah Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Bawean, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Jombang, Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto.

Kemudian di Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Ponorogo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap dampak potensi bencana hidrometeorologi," katanya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memantau informasi terkini terkait perkiraan cuaca melalui website maupun media sosial BMKG Juanda agar bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum beraktifitas sehari-hari.

"Pemprov Jatim telah menugaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim untuk memetakan titik-titik rawan banjir dan longsor. Kami meminta BPBD Jatim untuk selalu siap siaga. Selain itu, kami juga meminta petugas penanggulangan bencana Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk siap siaga menghadapi cuaca ekstrem dan potensi terjadinya bencana di wilayah Jatim," ujarnya.

Pemprov Jatim mengatakan telah melakukan langkah-langkah antisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi. Salah satunya dengan membentuk Posko Bencana Alam Jatim yang terdiri dari berbagai unsur stakeholder teknis terkait.(mus) Editor : Administrator
#Potensi Bencana Hidrometeorologi #Awal Maret #cuaca ekstrem #jatim