Korban Sri Wahyuni alias Bu Heri, 65, selaku pemilik rumah dan asisten rumah tangga (ART), Ngatijem alias Bu Balok, 68, terperangkap di dalam rumah. Salah satu tetangga korban, Mutianingsih, mengatakan, para tetangga yang melihat asap tebal bergegas ke lokasi.
Beberapa warga menyirami api menggunakan air dari luar. Salah satu warga yang pertama kali masuk rumah Jujuk. Saat itu dia memakai penerangan senter di kepala. Setelah masuk, korban ditemukan sudah meninggal dunia. "Yang terbakar springbed kamar. Ruangan gelap saat itu," ujarnya, Senin (27/2).
Tetangga lain, Ira Damayanti, menjelaskan bahwa Ngatijem alias Bu Balok ditemukan meninggal dunia bersujud di depan kulkas. Sri Wahyuni ditemukan tergeletak di ruang makan.
Petugas DPKP dan BPDD serta kepolisian datang ke lokasi seusai menerima laporan. "Satu kamar telah hangus terbakar," sebutnya.
Warga menduga pemilik rumah dan pembantunya tidak dapat menyelamatkan diri dan terlalu banyak menghirup asap saat kebakaran. Sehari-hari Sri Wahyuni berada di rumahnya bersama Bu Balok, asisten rumah tangga (ART), serta anak perempuannya. Ketika sang putri pulang sore hari, Bu Balok pulang ke rumahnya.
"Korban pemilik rumah dan pembantunya. Bu Balok membantu merawat, mencuci, dan memasak," bebernya. Perempuan 52 tahun itu menambahkan, pemilik rumah itu sudah berusia lanjut. Untuk berjalan pun harus menggunakan alat bantu karena stroke.
Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Djoko Setiyono mengungkapkan, berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan dua korban telah meninggal dunia. "Satu orang pemilik rumah dan pembantunya," jelasnya.
Djoko melanjutkan, ruang yang terbakar adalah kamar depan yang biasa ditempati pembantu. Kamar tersebut ludes diamuk api. "Mengenai penyebab pasti kita akan lakukan penyelidikan dari pemilik rumah dan warga sekitar. Kita koordinasi dengan Labfor Polda Jatim untuk mengetahui," katanya.
Menurut dia, dua korban ditemukan sudah berada di luar kamar yang terbakar. Barang bukti yang disita berupa mesin kipas angin dan alat penyemprot serangga. "Kemungkinan korsleting dari mesin AC. Kondisi atas tempat AC itu dilubangi. Jadi, AC itu jadi dua kamar," sebutnya.
Ia menyebut ada kemungkinan, lelehan dari plastik AC itu jatuh membakar sebagian baju di meja kecil. Kemudian membesar membakar kamar. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek