Rektor Hartono akan melanjutkan amanat sebagai memimpin Universitas PGRI Adi Buana hingga November 2024. "Pak Subandowo menjabat sebagai rektor sekitar setengah periode. Nah, ini nanti akan dilanjutkan oleh Pak Hartono," kata Ketua Pengurus PPLP PT PGRI Surabaya, Drs Sutijono MM, Kamis (23/2).
Sutijono menambahkan, pihaknya segera membuat keputusan yang cepat setelah rektor Subandowo meninggal dunia. Sesuai statuta yayasan, maka segera ditunjuk pejabat sementara rektor yakni Djoko Adi Waluyo.
Pjs Rektor ini diberi waktu tiga bulan untuk memilih rektor definitif. Karena dalam waktu dekat akan digelar yudisium, maka secepatnya segera ditunjuk rektor definitif. "Dulu saat pemilihan rektor di rapat senat akademik, ada dua kandidat, yaitu Subandowo dan Hartono. Nah, saat Subandowo meninggal, maka Hartono yang naik," terang Sutijono.
Dia menambahkan, dasar lain untuk memilih Dr Hartono MSi sebagai rektor karena yang bersangkutan dianggap punya pengalaman cukup lama di rektorat. "Pak Hartono menjadi Warek (Wakil Rektor) I selama dua periode. Jadi sudah sangat berpengalaman," terangnya.
Sementara itu, Dr Hartono MSi mengatakan bahwa pihaknya siap mengemban amanah sebagai rektor Universitas PGRI Adi Buana. Dia akan melanjutkan program-program yang sudah dilaksanakan oleh rektor sebelumnya.
Salah satunya adalah tata kelola kampus unggul yang berkualitas. Saat ini, universitas sudah memiliki 76 doktor dari total 276 dosen tetap Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Saat ini, sudah banyak dosen yang sedang menempuh doktor di luar negeri.
Selain itu, pihaknya juga komitmen untuk menerapkan Manajemen, Informatika, Terintegrasi, Adi Buana (MITRA), yang mencakup integrasi kampus mulai dari keuangan, kepegawaian dan lain-lain.
Hal lain yang ingin terus dijaga dan diwujudkan adalah green campus conservation. Dimana kampus sangat mendukung konservasi hewan yang dilindungi dan suasana kampus yang hijau. (nin/jay) Editor : Administrator