Hal itu terbukti di Jalan Panggung Surabaya banyak terdapat bangunan kuno dan penjual parfum. Menurut Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika, awal mula penjual parfum ada di Kampung Arab (Ampel), hingga melebar ke beberapa wilayah, termasuk ke Jalan panggung.
Banyak pedagang Arab dan Eropa yang masuk ke Surabaya. Sehingga dengan banyaknya pedagang dari Arab dan Eropa yang masuk ke Indonesia, khususnya di Surabaya, barulah dimanfaatkan untuk menjual parfum.
"Karena orang asing dan pebisnis itu untuk menjaga elitabilitasnya dalam menjaga keharuman tubuh dengan menggunakan parfum tersebut," katanya.
Untuk pedagang parfum di Jalan Panggung Surabaya, kemungkinan sudah ada di zaman kolonial. Karena di kawasan ini banyak para pedagang yang menjual parfum. Jadi setelah kemerdekaan Indonesia sudah banyaknya membutuhkan parfum untuk kebutuhan dalam aktivitas sehari-hari. Terutama para pebisnis dan perkantoran. (jar/nur) Editor : Administrator