Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, lima rute itu meliputi kawasan Surabaya Barat, Surabaya Pusat, dan Surabaya Timur. Total ada 53 unit. Armada yang digunakan bukan mobil Toyota Hiace, melainkan Daihatsu Grand Max.
Kendaraan feeder ini akan mampu menjangkau wilayah perkampungan untuk mengangkut warga sampai ke jalan raya yang terkoneksi dengan Suroboyo Bus atau Trans Semanggi Suroboyo.
"Lima rute yang kami siapkan itu menggantikan rute lin. Ada juga rute baru," kata Tundjung, Rabu (8/2). “Idealnya 17 koridor, tapi ini bertahap," tambahnya.
Menurut dia, tarif feeder sama dengan Suroboyo Bus, yakni Rp 5.000. Pembayaran melalu e-money. Feeder rencananya akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00. "Yang jelas Februari ini (beroperasi). Untuk tanggalnya nanti saja," ujar Tundjung.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Ashri Yuanita Haqie berharap feeder dioperasikan di titik yang padat penumpang atau tempat strategis. "Dengan 500 halte yang ada, pengoperasian feeder bisa menjangkau titik padat tersebut," kata Ashri.
Ia juga meminta agar feeder bekerjasama dengan sekolah atau Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk mengangkut siswa. Utamanya murid SD dan SMP. "Ini untuk antisipasi kekosongan penumpang agar tidak rugi," ujarnya. (rmt/rek) Editor : Administrator