Bertempat di ruang A301 UKWMS Kampus Dinoyo, uji publik digelar secara hybrid. Total ada 17 casatgas. Mereka yang terpilih datang dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Rinciannya, 11 orang dari kampus UKWM Surabaya dan 6 orang lainnya dari kampus UKWMS Madiun.
Ketua Pansel PPKS UKWMS, Brigitta Revia mengatakan jika uji publik dilakukan agar para casatgas yang terpilih bersih dari kekerasan seksual.
“Kami pastikan semuanya bersih agar nantinya ketika bertugas menjadi satgas PPKS UKWMS mereka dapat bekerja dengan baik. Selain itu, juga mengajak semua sivitas untuk ikut ambil bagian ketika mengetahui adanya kasus kekerasan,” ujarnya belum lama ini.
Pada uji publik tersebut, hadir sebagai panelis yakni Dr. Dra. N.K. Endah Triwijati, M.A., yang aktif di Savy Amira, dan Dr. Pinky Saptandari, Dra., M.A., yang merupakan peneliti Antropologi Gender dan Feminisme.
“Pertemuan ini luar biasa penting karena satgas di lingkungan kampus adalah tugas penting dan mulia. Karena berapapun fasilitas yang diberikan, tidak sebanding dengan tugas mulia yang diemban. Ini menjadi tonggak sebuah kampus untuk menunjukkan marwahnya, martabat kampus untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Mari kita bergandengan tangan untuk melakukan upaya pencegahan,” jelas Pinky.
Uji publik casatgas berlangsung antusias dengan jawaban kritis yang dilontarkan. Terlebih pada sesi kedua yakni pemberian pertanyaan oleh panelis dan, sesi ketiga dimana peserta diberikan sebuah kasus dan diminta menyampaikan argumennya.
Salah satu casatgas, Agustina Engry, yang juga dosen Fakultas Psikologi UKWMS mengaku mendapat banyak wawasan saat mengikuti uji publik.
“Lega dan senang karena dapat memberikan ide. Saya juga dengar banyak gagasan dari peserta casatgas yang lain terkait studi kasus mengenai kekerasan seksual,” ungkapnya. (rul/jay) Editor : Administrator