Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi SD/MI Cokroaminoto, Senin (6/2). Ia mengecek kondisi bangunan. Juga menyapa para siswa di dalam kelas. "Alhamdulillah, lantai 1 sudah selesai dan anak-anak bisa masuk sekolah,” katanya.
Sedangkan pembangunan gedung di lantai 2, Cak Eri meminta pihak yayasan untuk segera menyelesaikan pengurusan IMB. Pengurus yayasan pun berkomitmen untuk segera mengurus IMB tersebut. Dan, pemkot siap membantu.
“Saya sudah sampaikan kepada pihak yayasan, kalau ingin membangun sesuatu yang baik, maka harus memulai dengan cara yang baik. Nah, lantai 1 sudah selesai. Tapi lantai 2 distop sampai ada IMB-nya. Kalau sudah ada IMB-nya, maka pembangunan bisa dilanjutkan lagi,” ujarnya.
Dalam pengurusan IMB, menurut wal ikota, ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi. Yaitu, kepastian kepemilikan lahan yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tanpa bukti kepemilikan tanah, Pemkot Surabaya tidak bisa mengeluarkan IMB.
“Kalau kami tidak menjalankan itu, maka kami dapat sanksi karena dinilai ada korupsi. Ada kesalahan penyalahgunaan kewenangan," kata Cak Eri.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Cokroaminoto Alfiyatussolichah mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan segala proses pengurusan IMB itu. Juga membuat lampiran persaksian yang ditandatangani warga dan alumni. Isinya, jadi saksi sekolah ini sudah ada sejak tahun 1953.
“Selama ini proses belajar terus, bukan tanah kosong yang lantas ditinggal, tapi ada proses belajar mengajarnya. Ada sekitar 20 orang yang tanda tangan di surat kesaksian itu," kata Alfiya.
Dia menargetkan, akhir Februari bisa tuntas dikerjakan sehingga seluruh siswa bisa kembali belajar dengan nyaman. Bangunan sekolah ini ini terdiri dari dua lantai. "Total ada 15 ruangan yang digunakan untuk SD dan MI,” terang Alfiya. (rmt/rek) Editor : Administrator