Koordinator lapangan TPU Keputih, Munaji mengatakan, TPU ini berdiri sejak tahun 2003 dan mempunyai luas 40 hektare.
Pemakaman ini ramai sejak peristiwa pandemi Covid-19 tahun 2021 lalu. Apalagi di bulan Juni sampai Juli 2021, bisa-bisa dalam sehari mencapai 90-an kegiatan pemakaman di TPU ini. "TPU ini menjadi salah satu yang terbesar di Surabaya," ucap Aji saat ditemui di kantor TPU Keputih.
Sementara itu, pedagang bunga di dalam area TPU Keputih, Sumiati,73, menjelaskan, TPU Keputih sudah berdiri 20 tahun. Dulunya TPU Keputih ini merupakan kawasan tambak ikan. Namun akhirnya oleh Pemkot Surabaya dijadikan TPU. "Dulu tempat ini masih tambak ikan dan diubah menjadi TPU Keputih oleh Pemkot Surabaya," jelasnya.
Untuk pemakaman di sini sistemnya perpanjangan sewa lahan pemakaman. Kalau tidak diperpanjang maka jenazah akan ditumpangi dengan mayat yang baru.
"Iya diperpanjang setiap tiga tahun dan kalau tidak diperpanjang bisa ditumpangi dengan mayat yang baru. Sedangkan untuk harga kontrak per makam untuk golongan menengah ke bawah mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta, namun untuk yang mampu atau kaya bisa mencapai Rp 10 juta," tuturnya. (jar/nur) Editor : Administrator