Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kepala BNN Pusat Sebut Jatim Masih Rawan Narkoba

Lambertus Hurek • Sabtu, 28 Januari 2023 | 02:36 WIB
SOFT POWER: Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose  memberikan keterangan kepada wartawan. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
SOFT POWER: Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose memberikan keterangan kepada wartawan. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Kasus peredaran narkoba di Jawa Timur masih tergolong tinggi. Jatim bahkan masuk lima besar daerah rawan di Indonesia. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan pihak terkait akan terus melakukan intervensi melalui pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan.

Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, selama tahun 2022 di seluruh Indonesia daerah rawan narkotika menurun. "Jawa Timur masih cukup rawan. Dari demand agak tinggi untuk Jatim," ujarnya di kawasan Dukuh Kupang, Surabaya, Jumat (27/1).

Mantan Kapolda Bali itu menyebut Jatim masuk lima besar daerah rawan peredaran narkoba. Namun, pihaknya tidak merinci detail. Meski demikian, jenderal bintang tiga itu mengapresiasi langkah kegiatan intervensi yang dilakukan BNNP Jatim bersama stake holder terkait.

"Di samping kita melakukan penegakan hukum, ada soft power approach atau pendekatan lunak," ungkapnya.

Pendekatan tersebut seperti kegiatan pencegahan yang dilakukan BNN dengan cara kuliah umum bersama mahasiswa dan dosen di kampus. "Tujuan kita adalah menyelamatkan generasi muda sehingga kita mulai dengan kegiatan-kegiatan (pencegahan). Kita juga lakukan akselerasi," tegasnya.
Ke depan, Petrus menegaskan, BNN akan tetap melakukan langkah intervensi secara bersama untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. "Baik pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan," katanya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#kasus narkoba Jatim 2022 #Petrus Reinhard Golose #BNN narkoba di Jatim #BNN pencegahan