Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Objek Wisata THP Kenjeran Rusdi Ismet mengatakan, penataan akan dilakukan di THP Kenjeran sisi utara. Tujuannya agar dapat menyuguhkan suasana berbeda. "Ada beberapa tambahan untuk utara biar lebih modern," kata Ismet, Rabu (25/1).
Ia menyebut penambahan itu berupa sentra UMKM. Ada beberapa lokasi yang dapat dimanfaatkan food truck. Termasuk panggung portabel. Ismet menambahkan, tak menutup kemungkinan THP sisi utara nanti dapat digunakan untuk aktivitas THP pada malam hari. "Setidaknya bisa jadi alternatif kunjungan wisata,” ungkapnya.
Dia berharap ke depan ada salah satu sarana wisata yang dapat menghubungkan sisi utara dengan selatan. Selain dari jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sudah ada. "Harapan kami JPO beriringan dengan Jembatan Suroboyo yang sudah dibuka untuk umum," terangnya.
Saat ini jembatan penghubung sisi selatan dan Jembatan Suroboyo sudah tersambung. Untuk mengaktifkan wahana overdeck Jembatan Suroboyo perlu pembahasan yang melibatkan berbagai OPD. "Nanti pasti ada informasi lanjut jika sudah ready untuk umum. Sementara ditutup dulu," ungkapnya.
Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian Maharhandono mengatakan, penataan yang bakal dilakukan tahun ini salah satunya wahana air mancur menari. Juga pengurukan pasir putih di bibir pantai. "Lelangnya tahun ini," kata Iman.
Pihaknya juga merampungkan jembatan penghubung antara THP Kenjeran sisi selatan dengan Jembatan Suroboyo. Jembatan itu bakal mempermudah masyarakat untuk ke THP Kenjeran.
"Secara fisik bangunan sudah selesai. Tapi operasionalnya masih dalam pembahasan dengan banyak pihak," ungkap Iman. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek