Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diminati Masyarakat, Pemprov Tambah 10 Armada Bus Trans Jatim

Administrator • Jumat, 20 Januari 2023 | 01:21 WIB
LAYANI SELFIE: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan sopir bus Trans Jatim. (ISTIMEWA)
LAYANI SELFIE: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan sopir bus Trans Jatim. (ISTIMEWA)
SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bakal menambah armada bus Trans Jatim koridor I rute Sidoarjo–Surabaya–Gresik pada April mendatang. Ada 10 unit bus operasional dan satu bus cadangan. Dengan penambahan ini, maka total armada menjadi 30 unit operasional dan tiga unit cadangan.

“Antusiasme tinggi masyarakat dalam menggunakan armada Trans Jatim mendorong kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mulai segi keamanan dan kenyamanan hingga waktu tunggu penumpang di halte,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (19/1).

Dengan penambahan armada, menurut Khofifah, maka waktu tunggu penumpang yang sebelumnya 30 menit dapat dipangkas menjadi 15 menit. Sehingga antrean penumpang di halte dapat teratasi.

Pengembangan rute Trans Jatim, lanjut Khofifah, akan dilakukan di wilayah yang lebih luas lagi. Rencananya, dilakukan pengembangan rute untuk koridor II. Yakni Terminal Kertajaya Mojokerto ke Terminal Purabaya. Rute ini akan diluncurkan pada Agustus 2023 dengan 20 bus operasional dan dua cadangan.

Khofifah berharap, ke depan program angkutan massal berbasis jalan bisa dikembangkan di wilayah kabupaten/kota di Jatim. Pengembangan angkutan massal Trans Jatim dibiayai APBD Jawa Timur. “Kami harap dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah. Yang pada akhirnya dapat mewujudkan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Jatim,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, dari aspek keamanan, armada Trans Jatim memiliki CCTV untuk menanggulangi kejahatan di angkutan umum. Petugas juga sudah dibekali pendidikan pelayanan di angkutan umum. Ada pula kamera AI (artificial intelligence) yang berfungsi mengontrol dan mengatur kecepatan bus serta bisa mendeteksi dan memperingatkan pelanggaran dalam operasional.

“Kemudian dari segi kesetaraan, Trans Jatim bisa digunakan untuk semua kalangan, termasuk penumpang berkebutuhan khusus. Tersedia kursi prioritas dan halte portabel yang ramah kaum difabel,” katanya.

Dari segi keterjangkauan, tarif bus ini juga telah ditetapan Rp 2.500 untuk santri/pelajar dan Rp 5.000 untuk umum. Khofifah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan armada Trans Jatim dengan sebaik-baiknya.

“Dengan menggunakan transportasi publik, maka kita ikut menurunkan emisi gas buang serta menurunkan angka kecelakaan lalu lintas Jalan di Jawa Timur,” pungkasnya. (mus/rek) Editor : Administrator
#Tambah 10 Armada #Bus Trans Jatim #Diminati Masyarakat #pemprov jatim