Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pesona Kota Lama Jadi Inspirasi Setting Produksi Film Ibu Kota

Administrator • Sabtu, 14 Januari 2023 | 03:12 WIB
PRODUKSI FILM: Suasana kru yang sibuk melakukan proses produksi untuk film salah satu rumah produksi di kawasan kota lama Jalan Kalimalang (Kya-Kya) Surabaya, Jumat (13/1). Film yang dibintangi beberapa artis papan atas Indonesia tersebut menampilkan sisi
PRODUKSI FILM: Suasana kru yang sibuk melakukan proses produksi untuk film salah satu rumah produksi di kawasan kota lama Jalan Kalimalang (Kya-Kya) Surabaya, Jumat (13/1). Film yang dibintangi beberapa artis papan atas Indonesia tersebut menampilkan sisi
SURABAYA - Sejarah menyebutkan, Kota Surabaya menjadi episentrum pemerintahan dan perdagangan pada masanya. Untuk itu beberapa peninggalannya masih cukup kental sampai saat ini. Hal ini tercium oleh sineas Ibu Kota untuk memproduksi film di Kota Pahlawan.

Line Producer Film, Arif Rahman Hakim menjelaskan, Surabaya memiliki potensi yang kuat. Potensi itu adalah menjadi lokasi syuting film. Menurutnya, beberapa titik arsitektur bangunan sesuai dengan tema besarnya. "Bangunan tua yang eksotis dengan rumah gaya Eropa," ujarnya, Jumat (13/1).

Dia menuturkan, sudah jenuh dengan lokasi syuting di Jawa Tengah. Menurutnya, industri film di Indonesia saat ini cukup berkembang. Sehingga banyak sineas memproduksi di sana.

Arif membutuhkan sebulan untuk observasi. Berawal dari penelusuran internet hingga diputuskan. Dia membentuk tim lapangan untuk mengkurasi titik lokasi yang sesuai dengan desain produksinya. "Kita eksplor eksteriornya dan interior nanti menyesuaikan kebutuhan desain film," tuturnya.

Surabaya merupakan warna baru. Sekitar 10 tahun lalu, Kota Pahlawan ini sempat menjadi tempat produksi film. Sayangnya, selalu meninggalkan cerita kurang sedap.

Arif menyampaikan, para sineas saat itu mengaku over budget. Kendati biasa sewa lokasi syuting terbilang murah ketimbang di Jakarta. Namun, ada ‘biaya lain’ yang harus dikeluarkan dan justru bikin membengkak. "Untuk koordinasi lain lebih mahal dan itu yang membuat teman-teman sineas untuk produksi di Surabaya pikir lagi," kenangnya.

Saat syuting kali ini, dia mengaku lega. Karena tidak terbebani hal itudan dapat terkondisikan dengan baik. Dia mencoba berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya. Hasilnya cukup positif.

Photo
Photo
Beberapa aktor dan aktris yang terlibat dalam pembuatan film di kantor Radar Surabaya Jalan Kembang Jepun, Jumat (13/1). (ISTIMEWA)

Pemkot Surabaya sangat mendukung produksinya. Beberapa elemen membantu untuk menggali informasi pemilik bangunan di Jalan Kalimalang ini. Hingga diketahui, pemilik gedung tua ini seorang pelatih anjing kepolisian tingkat internasional.

Selain di sana, dia memetakan empat titik lainnya. Di antaranya, Pangkalan TNI AL, Maybank di samping Polrestabes Surabaya, Balai Pemuda, dan Gedung Kesenian Cak Durasim.

Menurutnya, banyak film Indonesia yang berlatar cerita di Surabaya. Namun lokasi syutingnya tidak berada di sini. Alasan utamanya adalah biaya produksi.

Beda dengan Arif yang cukup optimistis untuk produksi di Surabaya. Menurutnya, ini bakal memancing para sineas untuk datang kemari. Selain itu juga, dapat merangsang pertumbuhan perfilman di Surabaya.

"Iya itu, kita ingin mengangkat isu itu. Karena kebiasaan di Jakarta semua mudah didapat dan dijangkau. Kalau di Surabaya, kebutuhan mendadak itu butuh waktu. Seperti figuran, peralatan, dan kebutuhan dasar produksi lainnya," jelasnya.

Dia menjelaskan, dari lima titik itu, syuting pertama di kawasan Kembang Jepun. Tepatnya gedung lawas di Jalan Kalimalang. Bersebelahan dengan Kantor Radar Surabaya.

Praktis penutupan terjadi di sepanjang jalan kecil itu. Kemarin, set syutingnya menggambarkan situasi sebuah kafe bergaya jadul. Kain hitam berukuran besar menutupi tempat adegannya.

Hal itu karena, kebutuhan filmnya untuk menciptakan suasana malam hari. Kain hitam itu bertugas menghalau sinar matahari. Sehingga, pengambilan adegan itu mengandalkan lighting. "Dulu sempat jadi gedung Koperindo," ucapnya.

Dia cukup puas karena mempelopori kembali produksi di Surabaya setelah beberapa tahun lalu. Film garapannya bakal menjadi sesuatu yang fresh dan baru. Selain itu, merangsang sineas untuk memproduksi film di Surabaya. (hil/nur) Editor : Administrator
#Produksi Film di Surabaya #Produksi Film di KembangJepun #Falcon Pictures