Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Laporan Kian Banyak, DPKP Kini Lebih Banyak Urusi Rescue daripada Kebakaran

Administrator • Sabtu, 14 Januari 2023 | 13:46 WIB
Laporan kedaruratan (emergency) yang masuk lewat petugas Call Center 112 kini lebih banuak didominasi permintaan penyelamatan (rescue). (DOK. JAWAPOS)
Laporan kedaruratan (emergency) yang masuk lewat petugas Call Center 112 kini lebih banuak didominasi permintaan penyelamatan (rescue). (DOK. JAWAPOS)
SURABAYA - Selain memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya juga sebagai juru selamat jiwa manusia dari keganasan hewan liar maupun mengevakuasi kejadian seperti kendaraan terjebur di sungai atau parit.

Dari data DPKP tahun 2022, petugas telah melakukan evakuasi sebanyak 1.400 kejadian. Jumlah itu terdiri dari evakuasi hewan 776, orang 183, kendaraan 116, bangunan 4, objek alam 287 dan objek jenis lain 34. "Kejadian evakuasi yang tertinggi atau paling banyak kami lakukan pada tahun 2022 adalah kategori evakuasi hewan," kata Kepala DPKP Surabaya Dedik Irianto, Jumat (13/1).

Ia menyebut bahwa evakuasi hewan yang dilakukan ini berdasarkan permintaan atau laporan dari warga. Warga sebelumnya menghubungi Command Center 112 (CC 112) untuk meminta bantuan kedaruratan. Seperti tawon vespa misalnya, warga menilai jika keberadaan hewan liar ini mengganggu dan dianggap membahayakan.

"Karena mengganggu atau warga takut disengat, sehingga mereka meminta bantuan melalui Command Center 112. Dan keberadaan tawon vespa ini juga berbahaya, sengatannya bisa mematikan," ujarnya.

Kesadaran masyarakat terhadap keberadaan layanan Command Center (CC 112) milik Pemkot Surabaya diklaim meningkat. Hal tersebut terlihat dari data DPKP Surabaya. "Masyarakat sekarang lebih awareness untuk melaporkan kejadian ke Command Center 112. Dan sekarang kecenderungan angka penanganan kebakaran menurun dari angka penyelamatan," ujarnya.

Dedik juga menjelaskan kejadian di tahun 2021 penanganan kebakaran yang dilakukan DPKP Surabaya sebanyak 644 peristiwa. Sedangkan di tahun 2022, penanganan kebakaran turun menjadi 614 kejadian. Hal tersebut, kata dia, berbanding terbalik dengan angka penyelamatan atau rescue yang justru meningkat tajam di tahun 2022.

Dimana pada tahun 2021, DPKP Surabaya melakukan evakuasi 655 kejadian dan kemudian meningkat pada tahun 2022 menjadi 1.400. "Kejadian evakuasi peningkatannya 100 persen. Dan ini menandakan masyarakat banyak yang sudah aware terkait Command Center 112," ungkapnya.

Selain lebih aware terhadap layanan Command Center 112, Dedik mengungkapkan, bahwa respon warga terhadap peristiwa kebakaran juga meningkat. Data DPKP Surabaya tahun 2020, respon warga terhadap kebakaran tercatat 39 persen dan meningkat di tahun 2021 menjadi 43 persen. Sedangkan di tahun 2022, angka respon warga terhadap kebakaran juga tercatat 43 persen.

"Artinya yang 43 persen itu sudah dipadamkan oleh warga. Jadi petugas kita datang, api sudah mati dipadamkan oleh warga, tinggal kita melakukan pembasahan atau pengecekan," terang Dedik.

Menurut Dedik, persentase kenaikan respon warga terhadap kebakaran tak lepas dari masifnya sosialisasi dan simulasi pelatihan yang dilakukan. Sejak beberapa tahun lalu, pemkot melalui DPKP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), memang gencar memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Jadi artinya, sosialisasi kita, simulasi yang kita lakukan, warga bisa menanggapinya dengan baik. Sehingga sekarang (kebakaran) banyak yang bisa dipadamkan sendiri oleh warga. Warga sudah bisa melakukan pemadaman api sendiri,"pungkasnya. (rmt/rak) Editor : Administrator
#dinas pmk #Lebih Banyak Urusi Rescue #DPKP Surabaya #Laporan Kian Banyak #daripada Kebakaran