Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Sunoto mengatakan, penambahan halte untuk membuat nyaman masyarakat saat menunggu moda transportasi massal itu. Dishub bahkan terus menambah halte setiap tahunnya. “Saat ini ada 10 halte yang sudah jadi dan sudah digunakan sebagai tempat menunggu bus," kata Sunoto di Surabaya, Senin (9/1).
Halte-halte yang dibangun pun beraneka ragam bentuk dan mempunyai ciri khas di masing-masing. Halte yang baru selesai dibangun antara lain di Jalan Pirgandi, Blauran, Margorejo, RS Bhayangkara, Taman Pelangi, Siwalankerto 2, Marmoyo, Urip Sumoharjo 2, hingga Veteran.
Meski demikian, Sunoto mengatakan halte bus listrik masih menunggu proses karena membutuhkan penanganan khusus. Selama ini bus bantuan pusat tersebut masih menggunakan halte Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo yang berbahan bakar minya. "Mudah-mudahan tahun ini ada beberapa halte yang bisa digunakan untuk bus listrik," ungkapnya.
Sampai saat ini pihak dishub masih berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar bus listrik yang habis masa kontraknya itu bisa beroperasi lagi. "Kami dorong terus agar bulan ini segera tuntas. Bus listrik sebanyak 17 unit itu kalau bisa segera beroperasi kembali," tuturnya.
Sunoto juga menanggapi aduan masyarakat yang mengirimkan surat terkait korban prank bus listrik. Surat tersebut sudah diterima pada 6 Januari lalu. Sejumlah pelanggan kecewa karena bus listrik itu tidak beroperasi lagi.
"Kami sedang agendakan untuk pertemuan. Tentunya kami koordinasi dengan pihak terkait seperti kemenhub, INKA dan Damri untuk komunikasi," ujarnya. (rmt/rek) Editor : Administrator