Saat ini Pemkot Surabaya mulai menggarap dermaga di kawasan Peneleh. Namun, masih banyak yang perlu diperbaiki agar wisata perahu sepanjang Sungai Kalimas bisa langgeng. Debit air menjadi kendala perahu wisata. Pendangkalan akibat sedimentasi juga menjadi problem tersendiri.
Kepala UPTD THP Kenjeran, Wisata Air Kalimas, dan Wisata Religi Ampel Rusdi Ismed mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas serta Jasa Tirta untuk membantu operasional air di sepanjang Kalimas yang akan dilintasi perahu.
"Kendala kami ada di debit air. Kalau mau beroperasi kadang harus kami buka pintu airnya agar tidak terlalu dangkal. Meskipun itu hujan kadang tidak membuat air naik. Jadi, kami berkoordinasi dengan BBWS dan Jasa Tirta untuk menaikan debit air," kata Rusdi Ismed, Selasa (3/1).
Berdasar pantauan di lapangan, rute yang dilintasi perahu wisata ketika pagi maupun siang kondisi air memang surut. Namun, menjelang sore atau malam hari debit air bertambah. Sebab, pintu air dibuka perlahan sehingga pasokan air bisa untuk operasional perahu.
Pemkot juga tengah menyiapkan rute ke arah Jembatan Marah. Namun, kawasan Surabaya Utara yang menjadi primadona dengan kawasan kota lamanya punya kendala sedimentasi yang parah. "Bertahap kami akan tata dan terus dilakukan pengerukan apabila rutenya sampai ke sana (Jembatan Merah)," terangnya.
Dengan memperpanjang rute, maka beberapa dermaga akan dibangun. Bahkan, tiketnya akan dikaji juga. "Apakah tiket terusan atau ada alternatif lain,” kata Rusdi.
Sistem pembelian tiket secara online atau booking juga kerap dikeluhkan masyarakat. Sebab, mereka selalu kesulitan mendapatkan tiket untuk wisata susur sungai. "Kami akan evaluasi karena kadang tidak riil sehingga membuat bingung juga," Rusdi menegaskan. (rmt/rek) Editor : Administrator