Dalam kesempatan tersebut Jatimers Cabang Olahraga Bulu Tangkis memberikan santunan kepada UPTD Liponsos eks Kusta Babat Jerawat Surabaya berupa sembako dan uang dengan total Rp 10 juta.
"Tujuan selain silaturahmi juga ingin memberikan nilai positif kepada masyarakat tentang image corporate Bank Jatim. Harapan kami santunan ini bisa bermanfaat untuk yang ada di Liponsos ini. Semoga kita bisa memberikan hal-hal positif tidak hanya Liponsos ini," ujar pengurus Jatimers Cabang Olahraga Bulu Tangkis Bayu Aji Nugroho.
Bayu menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu program Bank Jatim yakni Jatimers Peduli. Bayu mengatakan kegiatan ini merupakan work life balance dari cabang olahraga bulu tangkis.
"Untuk jumlah anggota Jatimers Cabor Bulu Tangkis ini mencapai puluhan, untuk Surabaya Raya saja anggotanya sekitar 30-an orang. Latihannya di GOR Mikasa setiap Selasa pukul 17.00 - 20.00. Sedangkan hari Minggu pukul 08.00 - 10.00," jelasnya.
Selain melakukan berbagai kegiatan sosial, Jatimers Cabang Olahraga Bulu Tangkis juga tetap fokus pada kegiatan olahraga bulu tangkis yang menjadi aktivitas para pegawai Bank Jatim di luar pekerjaan mereka.
Tak hanya sekadar olahraga, Jatimers Cabang Olahraga Bulu Tangkis juga serius mengikuti berbagai turnamen, seperti kompetisi antar BUMD yang diselenggarakan pada Oktober 2022 lalu. Dalam kompetisi tersebut Jatimers Cabang Olahraga Bulu Tangkis ikut menyumbang juara sehingga Bank Jatim menjadi juara umum.
Kasubag TU UPTD Liponsos Kusta Babat Jerawat Sokib mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Jatimers Cabang Olahraga Bulu Tangkis ini. Menurutnya bantuan ini sangat bermanfaat untuk 47 penghuni Liponsos. "Alhamdulillah penghuni Liponsos yang berasal dari Surabaya ini sudah sehat semua," jelasnya.
Meski demikian Sokib juga berharap Bank Jatim bisa memberikan bantuan renovasi bangunan Liponsos. "Karena ini bangunan lama, banyak yang sudah tidak layak seperti plafonnya lepas dan lantainya mengelupas," jelasnya.
Lebih lanjut Sokib mengatakan penghuni Liponsos ini kebanyakan dari keluarga yang tidak mau menerima, karena dianggap penyakit kusta ini berbahaya. Selain itu banyak juga yang membawa ke dukun sehingga tidak kunjung sembuh. "Padahal kusta ini bisa disembuhkan," pungkasnya. (mus/opi) Editor : Administrator