Kabid Angkutan Dishub Surabaya Sunoto mengatakan, pihaknya telah menerima 50 persen berkas calon tenaga operasional feeder. Salah satu persyaratan adalah punya SIM A umum. Para sopir lyn atau angkot yang diutamakan. “Kami mulai persiapan rekrutmen dengan melihat berkas sopir angkot yang sudah dikumpulkan,” kata Sunoto, Kamis (29/12).
Setelah pengumpulan berkas, pihak dishub akan mengumpulkan seluruh calon kru feeder diseleksi. Jumlah tenaga operasional yang dibutuhkan untuk feeder mencapai 144 orang, yang terdiri dari sopir dan helper. Mereka akan bekerja dalam dua shift.
Rencananya angkutan feeder akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00. Sopir dan helper akan bekerja paruh waktu selama 15 hari. “Nanti penambahan hari kerja menyesuaikan jumlah armada,” tuturnya.
Pihak dishub terus melakukan sosialisasi segala perangkat dan kebutuhan feeder kepada paguyuban serta sopir angkot. “Bagaimanapun kami tetap memprioritaskan lyn yang terdampak. Ini bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memberdayakan para pengemudi angkot,” tegasnya.
Salah seorang sopir angkot, Arifin, mengaku siap mengikuti pendaftaran sebagai awak feeder. Beberapa berkas tengah disiapkan seperti ijazah, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan SIM A. “Kami berharap dishub mempertimbangkan jam terbang sebagai patokan utama. Sebab, para pengemudi lyn sudah pengalaman,” kata Arifin. (rmt/rek) Editor : Administrator