"Kemungkinan terjadi penambahan penumpang lagi menjelang tahun baru pada tanggal 30 dan 31 Desember," ujar Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Agung Mulyono saat sidak di Terminal Purabaya, Senin (26/12).
Agung mekankan pentingnya mengecek kesehatan para sopir bus karena padatnya trayek. Dalam sehari seorang sopir bisa empat trayek. "Kami menilai pelayanan yang diberikan petugas di Terminal Purabaya sudah berjalan optimal. Dari pantauan, tidak terdapat penumpukan penumpang di tempat pemberangkatan," jelasnya.
Hanya saja, Ia mewanti-wanti agar harga tiket bus tetap bisa dikontrol agar tidak menyulitkan masyarakat yang ingin merayakan liburan tahun baru 2023 mendatang. "Tapi secara umum baik-baik saja, masih tertangani bus tercukupi dan tidak ada penumpang terlantar. Surabaya-Malang Rp 35 ribu untuk patas dan ekonomi Rp 16 ribu," jelasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustafa mengatakan tarif kelas ekonomi tidak ada kenaikan. Sedangkan kelas patas atau eksekutif mengalami kenaikan. "Namun untuk kenaikannya tergantung perusahaan masing-masing. Kami (Organda) tidak menentukan harus naik berapa persen," katanya.
Untuk armada, ia memastikan semua perusahaan sudah sangat siap. Sebab, armada tersebut sudah menjalani pengecekan terlebih dulu. "Yang harus diperhatikan adalah awak bus, terutama sopir, karena pada libur Nataru kemungkinan intensitasnya meningkat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono mengatakan prediksi penumpang moda transportasi Nataru selama 15 hari, mulai 19 Desember 2022 hingga 3 Januari 2023 diprediksi naik 17 persen.
Dishub Jatim mencatat untuk puncak liburan Natal diperkirakan tanggal 23-24 Desember. Kemudian untuk arus balik Natal pada terjadi pada 26 Desember. Sementara puncak arus Tahun Baru terjadi pada 30-31 Desember 2022, dan arus balik pada 2 Januari 2023. (mus/rek) Editor : Administrator