Seniman Taufik Kamajaya memilih tokoh Gatot Kaca karena memiliki kekuatan yang sakti. Salah satunya, kemampuan terbang. Kemampuan ini menjadi simbolisasi harapan bagi Taufik.
“Selepas rangkaian agenda Hari Wayang Nasional seluruh unsur yang terlibat dapat terus mengudara,” ujarnya, Rabu (30/11).
Untuk itu, dia optimistis melihat perkembangan budaya nusantara di tengah gempuran kemajuan zaman. Menurutnya, budaya wayang akan tetap eksis. Namun, hanya perlu digelorakan lagi melalui media yang unik dan berbeda.
“Banyak orang luar negeri yang belajar tentang wayang. Masak yang memiliki budayanya sendiri justru hilang? Pasti ada peminatnya. Anak muda sekali pun,” paparnya.
Dia tidak merasa kesulitan saat melukis tokoh Gatot Kaca itu. Karena sejak 10 tahun dia menggeluti seni lukis. Namun, baru tiga tahun lalu, Taufik beralih aliran ke pewayangan. “Dulunya melukis apapun. Pemandangan, manusia, dan hewan,” terangnya.
Pria 72 tahun itu menjelaskan alasannya, karena pewayangan sudah sangat melekat sejak kecil. Selain itu menurutnya, menjadi pelukis memerlukan identitas yang kuat. “Karena saya hobi dengan wayang saya beralih ke sini (wayang),” ucapnya.
Dia menggunakan cat air untuk melukis. Bukan tanpa alasan, menurutnya, cat air memberikan ciri khas. Yakni, warna yang dihasilkan tidak menutupi kanvas sepenuhnya dan tetesan air yang jatuh ke bawah menjadi keunikan. (hil/nur) Editor : Administrator