Pengecekan dilakukan untuk mengevaluasi peralatan almatsus dan persiapan menghadapi situasi kedepan seperti tanggap bencana dan lainnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto mengungkapkan, gelar alsus dan almatsus bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi almatsus sehingga dapat dipastikan masih layak dan siap digunakan.
"Kita dapat mempelajari dari kejadian Kanjuruhan yang menjadi salah satu perhatian yakni ada gas air mata yang kadaluarsa, sehingga jangan sampai ada almatsus di Satker Polda Jatim yang habis masa kadaluarsanya sebelum digunakan," ujarnya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dirmanto, Rabu (30/11).
Dia menambahkan, gelar almatsus dilaksanakan untuk mengevaluasi dan melihat kembali serta berdiskusi dengan pejabat satker satu dan lainnya.
Menurut Toni, dengan keterbukaan gelar almatsus akan terlihat pemanfaatan almatsus. Seperti ada beberapa peralatan Satker lain yang bisa digunakan di reserse dan Samapta. "Jadi ada pemanfaatan-pemanfaatan, kemudian kedua mengevaluasi penggunaan. Berikutnya adalah melihat batasan waktu almatsus ini ada beberapa punya masa pakai," ucapnya.
Jenderal polisi bintang dua menuturkan, ada beberapa almatsus yang memiliki batasan masa pakai. Menurutnya, semua perlu dikaji supaya penggunaan peralatan almatsus memang termanfaatkan pada masanya.
"Sehingga tidak lagi lewat waktu (expired), saya mengatakan lebih baik rusak karena dipakai ketimbang rusak tidak dipakai dengan masa waktu yang sudah habis. Dan beberapa hal lagi terkait dengan kesiapan kita sendiri menghadapi situasi kedepan," bebernya.
Ia menyatakan, pengecekan dan evaluasi almatsus juga dapat digunakan untuk memberikan masukan kepada satuan atas. Sebab, beberapa peralatan ada yang diberikan dari atas.
"Dari top down ada juga yang bottom up, kita memberikan acuan dan usulan kemudian diberikan peralatan. Ini perlu dikomunikasikan, sehingga semua peralatan bisa termanfaatkan semua," tegasnya.
Disinggung terkait kesiapan peralatan dalam tanggap bencana, Toni menyebut semua almatsus sudah dilihat. Peralatan khusus Polri untuk tanggap bencana telah disiapkan.
"Tadi sudah kita lihat juga, makanya kan saya bilang situasi kedepan karena situasi cuaca tidak baik. Dan beberapa bencana sudah terjadi. Ini sambil kita lihat, mungkin kita pergeserkan alat-alat ini mungkin ke wilayah yang lebih penting," tandasnya.
Perlu diketahui untuk alsus dan almatsus yang dimiliki Satker Polda Jatim terdiri dari kendaraan operasional 80 unit, forensik 12 unit, persenjataan 8.570, penginderaan 26, TIK 14.777, transnational crime 7, dan Alpakam 28.619. (rus) Editor : Administrator