Rencananya, tahun depan Suroboyo Bus serta angkutan feeder akan bebas melaju di TL. Kabid Lalu Lintas Dishub Surabaya Soesandi Ismawan mengatakan, pihaknya masih uji coba bus yang memiliki rute MERR di Gunung Anyar, Arief Rahman Hakim, hingga Mulyorejo kampus C Unair untuk mengetahui dampak ketika bus bebas hambatan dari TL.
"Sejauh ini baru tiga simpang yang kita uji cobakan. Itu butuh penyesuaian kondisi kemacetan di tiap simpangnya," kata Soesandi, Rabu (16/11).
Selama uji coba tersebut pihaknya menggunakan software khusus untuk mengetahui seberapa bebas bus ketika melintasi tiga simpang tersebut. Dia memastikan tahun depan Suroboyo Bus dan feeder punya kecepatan waktu dalam mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. "Insya Allah, tahun depan bisa terlaksana di semua rute," kata Soesandi.
Kabid Angkutan Dishub Surabaya Soenoto mengatakan, pihaknya mengusulkan agar Suroboyo Bus bebas hambatan di TL. Ia menyebut sejauh ini masih ada hambatan di jalan. Ketika terjadi antrean di persimpangan agak sedikit terhambat. "Sejauh ini headway (jeda antar keberangkatan) agak lama," ujar Soenoto.
Saat ini Surabaya memiliki 28 unit armada Suroboyo Bus dan 17 unit Trans Semanggi Suroboyo. Anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma mengatakan, Suroboyo Bus memang harus memiliki jalur prioritas sehingga mempermudah warga dalam mengakses angkutan massal itu.
Dia melihat tidak semua jalan di Surabaya mempunyai jalur khusus bus. Hal itu berbeda dengan di Jakarta. "Bus harus menjadi angkutan prioritas. Agar kecepatan waktunya bisa baik dalam mengantar penumpang," kata William.
Menurut dia, ketepatan waktu antara Suroboyo Bus dan Trans Semanggi masih berbeda. Ini karena headway sudah diatur sedemikian rupa. "Ketepatan waktunya masih unggul Suroboyo Bus," ungkapnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek