Apalagi saat musim hujan tiba, pengaspalan untuk menutup jalan berlubang dimasifkan untuk menghindari insiden kecelakaan. Selain pengaspalan untuk peninggian badan jalan guna mengatasi genangan air.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Peraturan (DSABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan saat ini pihaknya melakukan pengaspalan baru untuk 20 titik jalan di Surabaya. Seperti di Jalan Kertajaya, Dupak Rukun, Demak, Kebonsari Timur, Ketintang Baru I, Ketintang, Siwalankerto, Karet, hingga Margorejo.
"Rata-rata sudah selesai semua, yang masih on progress ada beberapa saja seperti di Jajar Tunggal. Dan yang masih waiting list (menunggu) juga ada. Total hampir 20-an titik untuk pengaspalan baru," kata Adi, Selasa (8/11).
Selain itu pihaknya juga setiap hari melakukan tambal sulam aspal. Hal itu menurutnya berdasarkan laporan atau pengaduan dan survei petugas di setiap wilayah atau rayon. "Kalau pengaduan atau laporan banyak. Bahkan setiap hari kami mengaspal 100 titik jalan untuk aspal tambal sulam," terangnya.
Sedangkan untuk penyediaan aspal setiap hari, Adi menyebut hampir 60 ton aspal digunakan untuk pengasapalan. "Tapi kalau kondisi hujan (cuaca), biasanya sampai 100 ton aspal. Karena harus berlapis dan titik pengaspalan banyak juga," ungkapnya.
Pihaknya menargetkan di akhir Desember seluruh jalan dengan pengasapalan baru rampung. "Kalau yang jalan dengan pengasapalan baru akhir Desember ini targetnya. Kalau bisa dipercepat. Karena hujan jadi kurang begitu leluasa," terang Adi.
Pihaknya juga melakukan pendataan untuk jalan rusak di Surabaya. Sementara itu Adi menyebut untuk anggaran pengasapalan jalan tahun ini sekitar Rp 30 miliar. "Untuk tahun depan (2023) kemungkinan masih sama dengan tahun ini. Karena sifatnya pemeliharaan saja," pungkasnya. (rmt/jay) Editor : Administrator