Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Soenoto mengatakan bahwa per 31 Oktober, penumpang Trans Semanggi Suroboyo sudah bertarif. Namun pembayaran hanya bisa diterima melalui non-tunai via aplikasi Q-RIS. "Ya Senin (31/10), Trans Semanggi Suroboyo sudah mulai ada tarifnya sebesar Rp 6.200 per penumpang untuk sekali jalan. Pembayaran harus non-tunai tidak bisa cash," kata Soenoto.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pengenaan tarif untuk bus bantuan Kemenhub itu tidak hanya berlaku di Surabaya. Namun, di sembilan kota di Indonesia yang juga menerima bantuan bus serupa. Namun kenaikannya bervariasi sesuai kebijakan dari pemerintah. "Aturan pemberlakuan tarif ini langsung dari pusat," kata Soenoto.
Kota Surabaya menerapkan tarif bus buy the service (BTS) ini paling tinggi dibandingkan sembilan kota lain seperti Palembang yang hanya Rp 4.000, dan Yogyakarta yang hanya Rp 3.600.
Soenoto menambahkan, pemberlakuan tarif baru tersebut akan diiringi dengan peningkatan pelayanan di bus Trans Semanggi Suroboyo. Terutama pada tahun depan, menurut Soenoto, unit bus akan ditambah dan juga ada penambahan rute.
Kini Surabaya memiliki 15 unit dengan 2 unit bus cadangan sehingga total ada 17 unit bus bantuan Kemenhub yang beroperasi di Surabaya. "Tahun depan rencana akan bertambah rutenya. Mudah-mudahan rute yang belum terlayani bisa teratasi," tuturnya.
Soenoto juga menyampaikan bahwa selama ini jumlah penumpang bus Trans Semanggi Suroboyo jauh lebih besar daripada Suroboyo Bus milik Pemkot Surabaya. Pasalnya, Trans Semanggi Suroboyo masih gratis alias belum diberlakukan tarif.
"Kalau Trans Semanggi penumpangnya rata-rata 90 persen. Suroboyo Bus rata-rata 87 persen," ungkapnya. Ia menambahkan selama ini Suroboyo Bus memiliki tiga rute sedangkan Trans Semanggi hanya satu rute yakni melalui Lidah Wetan/Unesa hingga ke kampus ITS.
"Suroboyo Bus rutenya tiga rute. Ada satu rute yang kurang baik yakni di MERR. Namun rute Purabaya sampai Rajawali rute yang paling bagus. Secara rute Suroboyo Bus sudah mengkaver dari sisi utara, selatan, timur dan yang baru ini barat Surabaya," jelas Soenoto.
Sementara itu salah satu penumpang yang sering menggunakan Trans Semanggi Suroboyo, Adiba Apshari mengaku baru mengetahui jika Senin sudah diberlakukan pembayaran untuk penumpang bus tersebut. "Ya, baru tahu," katanya saat ditemui di halte Inna Simpang.
Meski demikian, ia mengaku tetap akan menggunakan transportasi publik di Surabaya. "Selain Trans Semanggi kan ada bus yang satunya itu (Suroboyo Bus), jadi tetap naik bus. Biar gak macet dan lebih nyaman," ujar Adiba. (rmt/jay) Editor : Administrator