Dalam upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB di halaman Taman Surya ini, Pemkot Surabaya turut mengundang 400 orang dari masyarakat umum untuk hadir bersama dengan Forkopimda Surabaya dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Tamu-tamu undangan pun hadir mengenakan pakaian adat beragam dari seluruh daerah di Indonesia. Begitu pun dengan Wali Kota Eri Cahyadi yang mengenakan baju adat dari Palembang dengan warna merah dan emas yang khas saat memasuki lapangan sebagai inspektur upacara.
Rangkaian peringatan Sumpah Pemuda dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta para pemuda membacakan hasil Kongres Sumpah Pemuda di hadapan para tamu undangan.
Kemudian disusul oleh Eri Cahyadi yang membacakan naskah sambutan Hari Sumpah Pemuda dari Menpora Zainuddin Amali yang ditutup dengan deklarasi damai bersama 38 komunitas pencak silat di Surabaya. Di tengah acara ditampilkan beragam kesenian daerah oleh 231 penampil.
Eri Cahyadi berharap di Hari Sumpah Pemuda ini tidak ada lagi perbedaan suku, agama dan ras di Indonesia, khususnya di Surabaya. “Dengan makna Sumpah Pemuda, hari kebangkitan pemuda, maka pemuda di Surabaya harus menjadi garda tedepan terhadap perubahan di Kota Surabaya, pembangunan di Kota Surabaya. Semangat anak-anak muda harus bisa memperbaiki Surabaya menjadi lebih hebat dan lebih baik lagi,” ujar Eri.
Ia juga menjelaskan tentang deklarasi damai yang dilakukan para pemuda dan perguruan bela diri yang berjanji akan menjaga kota Surabaya bersama. “Karena kekuatan kita dari semua elemen yang ada di Kota Surabaya. Ini saatnya para pemuda ikut menjadi bagian dari pembangunan, bukan hanya menjadi penonton. Karena saya yakin ketika pembangunan Surabaya melibatkan para pemuda, maka kota ini akan menjadi kota yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menjelaskan tentang puisi yang terkait dengan “Semangat Kebersamaan” bahwa sebagai pemuda, sejarah adalah ilmu yang tetap harus dipegang teguh dalam perebutan kemerdekaan. Dengan mencontoh para pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan semua yang berada di wilayah Nusantara bersatu demi kemerdekaan. (mg1/jay) Editor : Administrator